LAMPUNG — Laga yang digelar di GOR Basket UPH, Tangerang, berjalan sengit sejak kuarter pertama. Ubaya langsung tampil agresif dan memimpin 20-11 di akhir kuarter pertama. Tim asal Surabaya itu mengandalkan tembakan three point dan drive cepat yang merepotkan pertahanan UKSW.
Kuartal Kedua: Ubaya Masih Atas Angin
Memasuki kuarter kedua, UKSW mulai mencari ritme. Sederet drive dilakukan untuk mengejar poin sekaligus mengincar bonus free throw. Meski berhasil menambah 15 poin, UKSW masih tertinggal 26-31 saat turun minum.
Ubaya tampak mulai kehilangan kendali di sisa kuarter kedua. Beberapa peluang serangan terbuang sia-sia karena terburu-buru dalam eksekusi.
Puncak Kebangkitan: dari Tertinggal 1 Poin Jadi Unggul 9 Angka
Babak ketiga menjadi titik balik. UKSW perlahan mengikis jarak hingga hanya berselisih tiga angka di awal kuarter, 30-33. Tembakan three point Ubaya yang banyak melenceng memberi kesempatan UKSW untuk balik menyerang.
Waktu tersisa empat menit di kuarter tiga, UKSW mendekat dengan skor 32-33. Tak butuh waktu lama, tim asal Salatiga itu akhirnya berbalik unggul 34-33. Kesabaran menjadi kunci permainan UKSW yang terus menjaga jarak hingga menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 42-33.
Final: UKSW vs Perbanas, Perebutan Gelar Juara
Pada kuarter pamungkas, Ubaya sempat menemukan sentuhan dan memangkas jarak menjadi 53-59 dengan sisa waktu lima menit. Namun, pertahanan solid UKSW yang dipimpin Kafiar mampu meredam kebangkitan lawan. Transisi man to man yang cepat dan penjagaan zona yang ketat membuat Ubaya tak mampu berbuat banyak.
Skor akhir 63-55 menutup comeback manis UKSW. Kini, anak asuh pelatih UKSW bersiap menghadapi Institut Perbanas di partai final yang akan digelar di tempat yang sama, Sabtu (13/6). Perbanas sebelumnya lolos setelah mengalahkan tim tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH).