LAMPUNG — Erick Thohir meminta seluruh pemain untuk tetap membumi dan tidak meremehkan lawan. "Kami tidak boleh jemawa. Setiap laga adalah kesempatan untuk menambah poin FIFA," tegasnya dalam keterangan resmi PSSI.
Tren Positif di Bawah John Herdman
Sejak ditangani John Herdman, Timnas Indonesia menunjukkan grafik permainan yang menjanjikan. Dari tiga pertandingan awal, Skuad Garuda berhasil mengemas dua kemenangan dan hanya menelan satu kekalahan. Catatan ini dinilai cukup untuk menjaga kepercayaan diri tim.
Momentum positif itu dimulai pada FIFA Matchday Maret lalu lewat ajang FIFA Series. Indonesia finis sebagai runner-up setelah menaklukkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0, meski kemudian takluk tipis 0-1 dari Bulgaria. Hasil tersebut menjadi gambaran progres sekaligus pekerjaan rumah bagi pelatih.
Modal Kemenangan atas Oman
Kepercayaan diri tim semakin terangkat pada jendela internasional Juni. Indonesia sukses menekuk Oman dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat mental pemain, tetapi juga menambah pundi-pundi poin peringkat dunia FIFA.
Hasil positif tersebut menjadi modal berharga jelang ujian berikutnya. Laga kontra Mozambik di SUGBK dipandang sebagai ajang pembuktian untuk menjaga laju positif yang sudah terbangun.
Poin FIFA Jadi Taruhan Utama
Bagi Erick Thohir, laga ini bukan sekadar uji coba biasa. Setiap poin yang diraih sangat berarti untuk menjaga posisi Indonesia di ranking FIFA. Ia menekankan agar tim tidak kehilangan fokus dan tetap bermain dengan intensitas tinggi.
Pertandingan melawan Mozambik akan menjadi indikator sejauh mana progres tim asuhan John Herdman. Jika mampu mempertahankan tren positif, peluang Indonesia untuk terus merangkak naik di peringkat dunia semakin terbuka lebar.