BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) resmi menerima bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Lampung. Bantuan ini tidak bersifat umum, melainkan secara spesifik diarahkan untuk mendukung program pengelolaan sampah terpadu di kampus, terutama pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik yang memiliki nilai jual.
Penyerahan simbolis dilakukan di pelataran lobi Rektorat Unila pada Selasa (2/6). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Bank Lampung, termasuk Branch Manager Sub-Branch Unit Bandar Lampung Malatisno, Sub-Branch Manager Sub-Branch Unit Teuku Umar Mario Setiawan, dan Funding Officer Yudha Wiradinata.
Mengapa Sampah Plastik Jadi Prioritas?
Plh. Rektor Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, menjelaskan bahwa selama ini sampah plastik kerap menjadi persoalan lingkungan yang serius di kampus. Melalui program ini, Unila ingin mengubah paradigma tersebut. Plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang bisa diolah kembali.
“Unila terus berkomitmen mengembangkan pengelolaan sampah terpadu, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi biji plastik sebagai bagian dari sistem keberlanjutan kampus. Dukungan Bank Lampung melalui penyerahan CSR ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam membantu Unila memperkuat langkahnya,” ujar Prof. Suripto dalam sambutannya.
Proses pengolahan ini dinilai strategis. Biji plastik hasil olahan bisa digunakan kembali sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan industri kecil maupun kebutuhan internal kampus. Dengan begitu, Unila berharap bisa menjadi kampus percontohan dalam pengelolaan sampah terpadu di Provinsi Lampung.
Kolaborasi untuk Ekonomi Sirkular
Rektorat Unila tidak hanya berhenti pada aspek lingkungan. Program ini juga dirancang untuk mendorong budaya keberlanjutan di kalangan sivitas akademika. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan ikut serta dalam memilah sampah dari sumbernya.
Prof. Suripto menambahkan, Unila membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan mitra strategis seperti Bank Lampung. Kerja sama ini tidak terbatas pada pengelolaan sampah, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Melalui pengelolaan yang baik, plastik tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung ekonomi sirkular, pendidikan lingkungan, dan budaya keberlanjutan di kalangan sivitas akademika,” tegasnya.
Komitmen Bank Lampung untuk Pendidikan
Dari sisi perbankan, program CSR ini merupakan wujud komitmen Bank Lampung untuk hadir dan berkontribusi langsung pada kemajuan lembaga pendidikan di daerah. Mario Setiawan, Sub-Branch Manager Bank Lampung, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung program strategis Unila secara berkelanjutan.
“Bank Lampung siap senantiasa mendukung berbagai program Universitas Lampung. Kami berharap perguruan tinggi, khususnya Universitas Lampung, dapat terus menjadi mitra strategis Bank Lampung, sehingga kesinambungan kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan sekaligus ikut mendorong perekonomian, khususnya di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial penyerahan bantuan. Unila dan Bank Lampung sepakat untuk terus menjajaki program-program lanjutan yang bisa memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor perbankan di Lampung.