KALIANDA — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan resmi mengubah mekanisme penerimaan siswa baru dari sistem luring menjadi daring penuh tahun ini. Langkah itu diambil untuk menutup celah praktik percaloan dan titipan yang kerap menggerogoti kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Kepastian tersebut dikuatkan melalui penandatanganan Pakta Integritas SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula Krakatau Kantor Bupati, Kamis (21/5). Acara itu dihadiri kepala sekolah, pengawas, dan jajaran pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan.
Kuota Terkunci, Sekolah Tak Bisa Tambah Siswa Sepihak
Salah satu terobosan yang ditekankan Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Syaifulloh, adalah sistem penguncian kuota yang telah terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem ini memastikan sekolah tidak bisa menambah jumlah siswa atau membuka kelas baru secara sepihak setelah kuota terpenuhi.
"Hal ini untuk menjaga kualitas pendidikan, menghindari kelas over kapasitas, sekaligus mencegah adanya siswa susulan setelah penerimaan ditutup," kata Syaifulloh di Kalianda, Kamis.
Dengan sistem baru ini, setiap sekolah hanya bisa menerima siswa sesuai daya tampung yang telah ditetapkan. Jika kuota penuh, pendaftar otomatis dialihkan ke sekolah lain yang masih tersedia.
Jalur Penerimaan dan Jadwal Pendaftaran
Untuk jenjang SMP, jalur penerimaan meliputi domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Sementara untuk SD, hanya ada tiga jalur: domisili, afirmasi, dan prestasi. Pendaftaran SD dijadwalkan berlangsung pada 8-12 Juni 2026, sedangkan SMP pada 22-26 Juni 2026.
Total kuota yang disiapkan cukup besar. SD negeri di 469 sekolah menyediakan 19.894 kursi, sedangkan 63 SMP negeri menyediakan 9.279 kursi. Angka ini diharapkan mampu menampung seluruh calon siswa di wilayah Lampung Selatan.
Penandatanganan Pakta Integritas Jadi Benteng Moral
Penandatanganan pakta integritas menjadi penguatan komitmen bersama dalam membangun tata kelola pendidikan yang bersih, profesional, dan akuntabel. Syaifulloh menekankan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini harus menjadi momentum membangun kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan yang transparan dan berintegritas.
"Saya berharap pelaksanaan SPMB tahun ini benar-benar menjadi momentum membangun kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan yang bersih, transparan, dan berintegritas," ujarnya.
Dengan sistem daring dan penguncian kuota, Pemkab Lampung Selatan optimistis praktik titip-menitip yang selama ini menjadi momok bisa ditekan. Orang tua pun diimbau untuk tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kursi di sekolah favorit dengan imbalan tertentu.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi yang akan diumumkan Dinas Pendidikan setempat. Bagi warga yang tidak memiliki akses internet, pemerintah menyediakan posko pendaftaran di setiap kecamatan.