KALIANDA — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mempercepat pembangunan SPPG di daerah 3T sebagai langkah strategis pemerataan akses gizi. Sekretaris Daerah Lampung Selatan Supriyanto menyatakan, empat fasilitas tambahan tengah disiapkan di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Target Baru di Empat Wilayah 3T
Pembangunan SPPG tambahan direncanakan di Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Harimau, serta Kecamatan Sragi. Proses pembangunan dilakukan bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat, perangkat daerah, dan masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan empat SPPG tambahan di wilayah 3T, yakni Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, Pulau Harimau, serta wilayah Kecamatan Sragi,” kata Supriyanto di Kalianda, Kamis.
141 Unit Beroperasi, 72 Sudah Rampung Dibangun
Hingga saat ini, sebanyak 141 SPPG telah beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Dari jumlah tersebut, 72 unit telah selesai dibangun, sementara 74 lainnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai standar operasional layanan gizi.
Fasilitas ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Supriyanto menegaskan, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
MBG Digadang Dongkrak Ekonomi Desa
“Program MBG tidak semata-mata memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa karena seluruh kebutuhan dan sumber daya manusianya melibatkan masyarakat setempat,” ujar dia.
Pemkab Lampung Selatan berharap keberadaan SPPG di wilayah 3T mampu memperkuat pelaksanaan MBG sekaligus menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya. Pembangunan fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan layanan gizi berkelanjutan bagi warga di daerah terpencil.