Danareksa Siapkan Model Bisnis Baru Holding Kawasan Industri, Efektif 2027

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:07:01 WIB
PT Danareksa (Persero) menyiapkan model bisnis baru sebagai Holding Kawasan Industri Indonesia yang ditargetkan efektif pada 2027.

LAMPUNG — PT Danareksa (Persero) menyiapkan model bisnis baru sebagai Holding Kawasan Industri Indonesia yang ditargetkan beroperasi efektif pada 2027. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapabilitas operasional dan daya saing kawasan industri nasional. Perubahan model bisnis itu juga menjadi bagian dari penyesuaian perusahaan terhadap arah kebijakan Danantara.

PT Danareksa (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat nilai tambah dan kinerja bisnis sebagai Holding Kawasan Industri Indonesia. Perusahaan menyatakan langkah strategis yang tengah disiapkan berjalan sejalan dengan arah kebijakan Danantara. Fokusnya adalah mendorong transformasi ekonomi yang berdampak nyata, bukan sekadar perluasan portofolio.

Sebagai pengelola kawasan industri, Danareksa kini mengoptimalkan peran operasionalnya di sejumlah sektor strategis. Perusahaan menargetkan nilai tambah yang berkelanjutan agar ekosistem kawasan industri di dalam negeri lebih terintegrasi.

Model Bisnis Baru dan Target 2027

Melalui sinergi bersama Danantara, Danareksa tengah mempersiapkan model bisnis baru untuk memperkuat kapabilitas operasionalnya. Rancangan tersebut disusun untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis sekaligus menaikkan daya saing kawasan industri nasional di kancah global.

Penerapan model bisnis anyar itu ditargetkan mulai berjalan efektif pada 2027. Transformasi ini diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap integrasi dan efisiensi pengelolaan kawasan industri di Indonesia.

Bagi Danareksa, tenggat 2027 memberi ruang penyesuaian bertahap. Perusahaan perlu menyelaraskan proses operasional, tata kelola, hingga peran tiap entitas di dalam holding sebelum model baru diberlakukan penuh.

Sinergi Seluruh Anggota Holding

Selain membenahi internal, Danareksa mendorong keterlibatan seluruh anggota holding untuk mencapai target pertumbuhan jangka panjang. Sinergi dinilai menjadi kunci agar dampak ekonomi dari pengelolaan kawasan industri bisa dirasakan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Keterlibatan anggota holding mencakup pemanfaatan lahan, konektivitas kawasan, hingga layanan pendukung bagi tenant industri. Dengan cara itu, kawasan industri tidak berhenti sebagai penyedia lahan, tetapi tumbuh menjadi ekosistem usaha yang menyerap investasi dan tenaga kerja.

Langkah Danareksa ini beririsan dengan agenda pemerintah memperkuat hilirisasi dan menarik investasi masuk ke kawasan industri di luar Jawa. Holding kawasan industri berperan sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan kebutuhan operasional di lapangan.

Apa yang Dipertaruhkan

Keberhasilan model bisnis baru pada 2027 akan terlihat dari seberapa cepat kawasan industri terintegrasi dan efisien dikelola. Jika berjalan sesuai rencana, Danareksa berpeluang memperkuat posisinya sebagai pengelola kawasan industri skala nasional.

Sebaliknya, tenggat yang tersisa menuntut kejelasan skema dan pembagian peran antar-entitas holding. Tanpa itu, target pertumbuhan jangka panjang berisiko berhenti sebagai rencana di atas kertas.

Danareksa belum memerinci nilai investasi maupun proyeksi pendapatan dari model bisnis baru tersebut. Perusahaan juga belum menyebut kawasan industri mana yang akan menjadi percontohan penerapan pada 2027.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top