LAMPUNG — Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan desil sebagai alat ukur untuk memeringkat tingkat kesejahteraan penduduk dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Total ada sepuluh tingkatan desil dalam DTSEN. Bukan hanya pendapatan, indikator lain seperti kondisi rumah, kepemilikan aset, akses pendidikan dan kesehatan, serta jumlah tanggungan keluarga ikut menentukan posisi masing-masing rumah tangga.
Berdasarkan laman Cek Bansos Kemensos, keluarga yang masuk kelompok desil 1-4 menjadi sasaran utama penyaluran PKH dan Program Sembako. Sementara itu, peserta pada desil 5 dapat diajukan menjadi penerima PBI-JK, yang iurannya ditanggung pemerintah.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) yang disalurkan pada akhir 2025 juga menyasar kelompok desil 1-4. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai kelanjutan program itu pada 2026.
Status desil juga berpengaruh pada akses energi bersubsidi. Pemerintah berencana membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite untuk rumah tangga pada desil 9 dan 10. Regulasi serupa disiapkan untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar penyalurannya tepat sasaran.
Ada dua laman resmi yang dapat diakses masyarakat untuk memastikan status desil. Keduanya bisa dibuka melalui browser di ponsel dengan koneksi internet, tanpa aplikasi tambahan.
Langkah pertama menggunakan situs Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id:
Hasil pencarian menampilkan nama, desil, serta status periode tiga jenis bansos. Opsi kedua melalui situs DTSEN Form BPS di dtsen-form.bps.go.id:
Sistem akan menampilkan pop-up berisi informasi desil beserta periode data yang digunakan.
Posisi desil tidak permanen. BPS menyatakan dalam siaran pers nomor 32/02500/HM.240/2026 bahwa posisi desil dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dibandingkan keluarga lain. Karena itu, relevansi DTSEN dijaga melalui pemutakhiran data secara berkala.
Masyarakat yang ingin memperbarui data dapat melakukannya secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Alternatif lain, ajukan perubahan ke kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat. Proses verifikasi memakan waktu sekitar tiga bulan sebelum desil akhirnya diperbarui pada periode pemeringkatan berikutnya.
Perlu dicatat, perubahan desil tidak otomatis menjamin masuk daftar penerima bansos. Keputusan akhir tetap berdasarkan kelayakan dan ketersediaan anggaran pemerintah.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau mengakses laman resmi Kemensos dan BPS. Waspadai pihak yang mengaku bisa memproses perubahan desil atau pencairan bansos dengan imbalan uang — proses ini gratis tanpa biaya apa pun.