LAMPUNG — Insiden tak sedap terjadi usai pertandingan uji coba Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6). Beckham Putra menjadi sasaran provokasi dari oknum penonton yang melontarkan olok-olok tidak pantas.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menegaskan, rivalitas antar klub harus ditinggalkan ketika seorang pemain tengah memperkuat skuad Garuda. Menurutnya, kepentingan bangsa dan negara jauh lebih besar ketimbang ego kelompok.
"Ketika pemain sudah berada di Timnas Indonesia, yang harus dikedepankan adalah persatuan dan dukungan penuh kepada tim. Rivalitas klub seharusnya ditinggalkan terlebih dahulu," tegas Sumardji dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).
Ia menambahkan, tidak ada lagi sekat klub ketika pemain berseragam Timnas Indonesia. "Yang ada adalah Indonesia. Semua harus bersatu memberikan dukungan agar para pemain bisa fokus dan berjuang maksimal untuk mengharumkan nama bangsa," ujarnya.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan tindakan oknum suporter tersebut. Ia menilai perlakuan terhadap Beckham—yang masih berusia muda dan menjadi aset penting timnas—sangat tidak etis.
"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," ujar Yunus.
Yunus menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. PSSI berencana menjatuhkan sanksi berupa larangan masuk stadion kepada pelaku provokasi.
"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding. Saya akan melaporkan hal ini dan mendiskusikannya dengan Ketua Umum PSSI serta anggota Exco," tutup Yunus.