LAMPUNG — Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa yang diduga merupakan tindak kekerasan ini mengakibatkan satu orang santri meninggal dunia. Dalam keterangan tertulis pada Selasa (9/6/2026), Sari menyebut tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan yang menghilangkan nyawa.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang, terlebih terhadap santri-santri yang sedang menuntut ilmu," ujar Sari.
Desakan Pengusutan Tuntas dan Tanpa Toleransi
Politikus dari daerah pemilihan Lombok itu meminta aparat penegak hukum mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku maupun pihak yang terbukti lalai sehingga peristiwa ini terjadi. "Keadilan harus ditegakkan dan keluarga korban berhak mendapatkannya," imbuhnya.
Menurut Sari, kasus ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali. Ia mendorong evaluasi sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren secara menyeluruh. Tujuannya untuk memastikan keamanan bagi para santri yang sedang menuntut ilmu.
Peringatan agar Tak Menghakimi Seluruh Pesantren
Di tengah desakan evaluasi, Sari mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi peristiwa ini kepada seluruh pondok pesantren. Ia menegaskan masih banyak pesantren yang menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan lingkungan yang aman dan kondusif. "Kita tidak boleh menghakimi seluruh pesantren hanya karena perbuatan segelintir oknum," tegasnya.
Sari meyakini masih banyak pesantren di Lombok maupun seluruh Indonesia yang menjadi tempat menuntut ilmu yang aman. Lembaga-lembaga itu, menurutnya, berperan membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda bangsa.
Seruan Penguatan Sistem Perlindungan Anak
Lebih lanjut, Sari mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola lembaga pesantren, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan. Ia menekankan pentingnya pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren. "Keselamatan dan perlindungan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren," kata Sari.
"Anak-anak harus dapat belajar dan menuntut ilmu dengan rasa aman serta nyaman," pungkasnya.