LAMPUNG — Membaca label kemasan sering dilewati karena dianggap rumit dan penuh istilah asing. Padahal informasi soal takaran saji, gula, natrium, hingga daftar bahan bisa jadi pertimbangan sebelum makanan masuk keranjang belanja. Berikut panduan praktis membacanya secara utuh.
Banyak orang membeli makanan hanya karena tampilan kemasan terlihat sehat atau ada klaim besar di bagian depan. Padahal detail penting biasanya justru tersembunyi di balik kemasan. Label pangan olahan memuat nama produk, daftar bahan, isi bersih, Informasi Nilai Gizi, keterangan alergen, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, sampai nomor izin edar.
1. Cek Takaran Saji dan Jumlah Sajian
Angka dalam Informasi Nilai Gizi selalu dihitung per sajian, bukan per bungkus. Contohnya, satu bungkus biskuit mencantumkan takaran saji 30 gram dengan 3 sajian per kemasan dan energi 150 kkal per sajian. Kalau kamu habiskan satu bungkus, artinya kamu mengonsumsi tiga sajian atau sekitar 450 kkal. Satu bungkus belum tentu berarti satu sajian.
2. Pahami Informasi Nilai Gizi
Setelah tahu takaran saji, lihat tabel Informasi Nilai Gizi. Di sana tercantum energi, lemak total dan lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula total, serta natrium. Jangan jadikan satu angka sebagai penentu mutlak. Baca beberapa informasi sekaligus dan sesuaikan dengan kebutuhanmu.
3. Jangan Lewatkan Gula dan Natrium
Dua kandungan ini layak dapat perhatian khusus, terutama saat membandingkan produk sejenis. Jangan mengandalkan rasa untuk memperkirakan natrium, karena makanan yang tidak terasa asin tetap bisa mengandung natrium. Begitu pula gula, jangan cuma mencari kata "gula" di daftar bahan. Lihat angka gula total pada tabel gizi untuk gambaran kandungannya.
4. Baca Daftar Bahan dari Awal sampai Akhir
Daftar bahan sering dilewati karena ditulis kecil dan panjang. Padahal menurut ketentuan pelabelan pangan, bahan dicantumkan berdasarkan urutan jumlah penggunaannya, dari yang paling banyak ke paling sedikit. Kalau ingin tahu bahan yang dipakai dalam suatu produk, baca daftar tersebut secara keseluruhan, bukan hanya mencari satu bahan yang sedang kamu perhatikan.
5. Jangan Terpaku pada Klaim di Depan Kemasan
Tulisan "tinggi serat", "rendah lemak", atau "tanpa tambahan gula" memang menarik perhatian. Anggap klaim itu sebagai informasi awal, bukan satu-satunya dasar memilih. Klaim pada label pangan olahan punya ketentuan tersendiri. Produk dengan keterangan "tanpa tambahan gula" tidak otomatis bebas gula, jadi tetap cek gula total dan bahan yang digunakan.
6. Perhatikan Persen AKG
Kolom % AKG atau Angka Kecukupan Gizi menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap kebutuhan harian. Informasi ini membantu kamu menilai apakah produk tersebut menyumbang gula, natrium, atau lemak dalam jumlah besar bila dikonsumsi rutin. Sesuaikan dengan kebutuhanmu dan ikuti anjuran tenaga kesehatan bila punya kondisi khusus.
Membaca label makanan tidak berarti harus menghitung setiap angka. Yang penting, kamu tahu informasi mana yang perlu dicek dan membacanya secara utuh. Dengan begitu, pilihan makanan tidak lagi hanya berdasar gambar atau klaim di bagian depan kemasan.