Pencarian

Ilmuwan UC Ungkap Teori Baru: Venus "Menelan" Bulannya Sendiri

Selasa, 15 September 2026 • 14:05:01 WIB
Ilmuwan UC Ungkap Teori Baru: Venus
Venus dikenal sebagai planet yang tidak memiliki satelit alami.

LAMPUNGPembuka: Venus selama ini dikenal sebagai planet yang secara ukuran, massa, dan struktur sangat mirip dengan Bumi. Namun ada satu perbedaan mencolok: Venus tidak memiliki satelit alami. Bumi punya Luna, Mars punya Phobos dan Deimos, Jupiter punya kelompok Galileo, Saturnus punya Titan hingga Dione, Uranus punya Titania hingga Miranda, dan Neptunus punya Triton hingga Thalassa. Hanya Merkurius dan Venus yang tidak memiliki satelit.

Mengapa Venus Kehilangan Bulannya

Stephen Krane, astrofisikawan di Universitas California, mempresentasikan teori yang menyebut kasus Venus sebagai "kanibalisme angkasa". Menurut dia, kecepatan rotasi Venus yang sangat lambat menjadi penyebab utama. Satelit alami apa pun yang pernah mengorbit Venus secara bertahap akan mendekat dan hancur karena tabrakan dahsyat dengan planet induknya.

"Jika planet itu memiliki bulan dan kemungkinan besar pernah memilikinya, planet itu tidak mungkin dapat mempertahankannya. Bulan itu pasti telah menabrak planet dalam jangka waktu yang relatif singkat," jelas Krane.

Teori yang diterbitkan di The Astrophysical Journal itu menandai penyimpangan dari teori sebelumnya. Sebelumnya, para ilmuwan menduga Venus mungkin tidak pernah memiliki bulan sejak awal, atau bulannya hancur akibat benturan dahsyat dari benda langit lain.

Simulasi Komputer Tunjukkan Nasib yang Sama

Krane menggunakan data dari model komputer berdasarkan fisika planet dan simulasi mekanika gravitasi. Ia menguji bulan-bulan hipotesis Venus dengan berbagai ukuran. Hasilnya, semuanya mengalami nasib yang sama: cepat atau lambat akan runtuh ke planet induknya.

"Peristiwa penelanan bulan yang diduga tersebut kemungkinan terjadi dalam satu miliar tahun pertama sejarah Venus, yang seperti bagian tata surya lainnya, berusia sekitar 4,5 miliar tahun," ujar Krane.

Studi Universitas California yang berfokus pada dinamika Bumi-Bulan menemukan bahwa kecepatan rotasi planet adalah faktor kunci ada atau tidaknya satelit alami. Venus membutuhkan 243 hari Bumi untuk menyelesaikan satu rotasi — sedikit lebih lama daripada orbitnya mengelilingi matahari. Sebaliknya, Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam, lebih dari 200 kali lebih cepat daripada Venus.

Atmosfer Ekstrem dan Hantaman Protoplanet

Selain rotasi lambat, Venus diselimuti atmosfer tebal dan beracun yang menciptakan efek rumah kaca tak terkendali. Suhu permukaannya mencapai 880 derajat Fahrenheit atau setara 471 derajat Celsius.

Krane juga berpendapat bahwa pembentukan tata surya yang dipenuhi benda-benda langit berbatu besar — yang melesat melalui ruang angkasa dan saling bertabrakan — kemungkinan membuat Venus menerima lebih banyak hantaman dibandingkan Bumi. Penyebabnya, posisi Venus lebih dekat dengan matahari.

"Meskipun tidak ada bukti bahwa bulan Venus pernah ada, tidak mungkin Venus, pada masa awalnya, entah bagaimana menghindari tabrakan dahsyat dengan protoplanet lain yang secara luas diyakini telah membentuk bulan Bumi," ujar Krane.

Penutup: Teori Krane menawarkan penjelasan berbeda dari dua dugaan lama soal hilangnya satelit Venus. Jika benar, Venus bukan planet yang sejak awal lahir tanpa bulan, melainkan planet yang "memakan" bulannya sendiri pada miliar tahun pertama usianya.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks