Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengantongi pembiayaan Rp100 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) guna merekonstruksi dan meningkatkan sekitar 50 kilometer jalan strategis di daerah itu. Dana tersebut akan dipakai menangani 20 ruas jalan prioritas, dengan target menaikkan tingkat kemantapan jalan dari sekitar 63 persen menjadi 67 persen.
KALIANDA — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi bagian penting untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang masih jadi kebutuhan utama masyarakat. Penanganan 20 ruas prioritas itu diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses menuju sentra produksi dan kawasan berpotensi ekonomi.
Radityo menegaskan posisi Lampung Selatan yang strategis dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas tinggi menuntut dukungan konektivitas yang semakin baik. Menurut dia, jalan yang terbuka dan terhubung akan menggerakkan peluang ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat.
Aksesibilitas Dinilai Jadi Urat Nadi Perekonomian
“Aksesibilitas adalah urat nadi konektivitas. Ketika jalan terbuka dan terhubung, maka peluang ekonomi, pelayanan publik, pendidikan hingga aktivitas sosial masyarakat juga ikut bergerak,” kata Radityo Egi Pratama di Kalianda, Selasa.
Ia menambahkan konektivitas antarwilayah akan menjadi urat nadi perekonomian Lampung Selatan. Perbaikan infrastruktur jalan disebutnya bakal mendukung kegiatan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, sosial hingga pendidikan.
Radityo meminta pelaksanaan pekerjaan menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Infrastruktur yang dibangun, ujarnya, harus benar-benar dapat difungsikan dan memberi manfaat nyata bagi warga.
“Saya berharap kualitas pekerjaan harus bagus, sesuai kriteria dan spesifikasi, serta diselesaikan tepat waktu. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar dapat difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Selatan,” ucapnya.
Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan Diproyeksi Capai Rp40 Miliar per Tahun
Direktur PT SMI Faris Pranawa menyebut penanganan sekitar 50 kilometer jalan melalui dukungan pembiayaan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah. Pembiayaan itu juga diarahkan mendukung akses menuju sentra produksi, fasilitas pelayanan publik, dan kawasan ekonomi potensial.
Program ini diproyeksikan meningkatkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan dari sekitar 63 persen menjadi 67 persen. Selain itu, perbaikan jalan diperkirakan menghasilkan efisiensi biaya operasional kendaraan lebih dari Rp40 miliar per tahun.
Faris menekankan keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga kekuatan kolaborasi antar pihak. Sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan disebutnya menjadi kunci agar pembangunan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Dengan total penanganan sekitar 50 kilometer, kami berharap pembiayaan ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, serta mendukung akses menuju sentra produksi, fasilitas pelayanan publik dan kawasan ekonomi potensial,” ujar Faris.
“Kami percaya keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi. Sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.