LAMPUNG — Kemunculan iPhone Duo memicu perbandingan tak terhindarkan dengan Surface Duo milik Microsoft. Nama "Duo" yang identik membuat banyak pihak mempertanyakan mengapa Microsoft justru lebih dulu meninggalkan kategori yang kini dirambah Apple.
Apple Masuk Foldable Setelah Menunggu Bertahun-tahun
Apple bukan pemain pertama di segmen ponsel lipat. Samsung, Motorola, dan Xiaomi sudah lebih dulu merilis perangkat lipat sejak beberapa tahun lalu dan melalui berbagai iterasi untuk menyempurnakan bentuk serta fungsi layar lipat.
Strategi Apple justru berbeda. Perusahaan menunggu sampai kategori foldable matang, lalu masuk dengan pendekatan yang khas Apple. Pendekatan ini dinilai berhasil karena Apple tak perlu mengedukasi pasar dari nol.
Setiap kali Apple merilis produk yang sudah ada di pasaran, muncul lelucon soal Apple yang seolah "menemukan" teknologi tersebut. Meski begitu, strategi menunggu ini terbukti menghasilkan produk matang sekaligus keuntungan besar bagi Apple.
Surface Duo Lebih Dulu Hadir, Tapi Ditinggalkan Microsoft
Microsoft sebenarnya sudah merilis Surface Duo pada 2020, jauh sebelum Apple masuk ke kategori ponsel lipat. Perangkat itu sempat dianggap sebagai pelopor, meski hadir dengan berbagai masalah perangkat lunak.
Microsoft kemudian merilis Surface Duo 2 setelah memperbaiki sejumlah bug dan menambahkan fitur yang diminta pengguna, seperti NFC dan kamera lebih baik. Namun setelah itu, lini Surface Duo dihentikan dan Surface Duo 3 tak pernah dirilis.
Keputusan menghentikan Surface Duo membuat Microsoft kehilangan status pelopor. Padahal, Microsoft berpeluang menghadirkan Surface Duo 3 yang menyempurnakan kekurangan, lalu merilis model layar lipat pada 2026.
Posisi Surface di Pasar PC Kini Dipertanyakan
Surface dulu dikenal sebagai lini perangkat yang mendorong form factor 2-in-1. Kini, Surface bukan lagi pembuat hardware inovatif seperti sebelumnya. Proyek-proyek eksperimental Microsoft juga disebut banyak yang ditinggalkan, dan celah itu diisi pemain lain seperti Lenovo.
Produk Surface juga tak pernah menjadi pilihan paling terjangkau. Sejumlah pengamat menilai Surface bahkan bukan lagi opsi terbaik di kelasnya masing-masing.
Microsoft sempat menunjukkan tanda perbaikan lewat Surface Laptop Ultra. Meski begitu, Surface masih dinilai belum menemukan arah yang jelas di tengah pasar PC yang padat.
Mengapa iPhone Duo Jadi Cermin Masalah Surface
Keberhasilan Apple masuk ke kategori foldable menunjukkan pentingnya identitas produk yang jelas. Apple tahu persis apa yang ingin dicapai dengan iPhone Duo dan bagaimana memasarkannya.
Sebaliknya, Microsoft dinilai tak lagi punya alasan kuat untuk mempertahankan Surface. Lini ini tidak lagi memimpin inovasi, tidak menunggu pasar matang seperti Apple, dan tidak menawarkan harga paling kompetitif.
Posisi Surface kini berada di tengah pasar PC yang padat. Bagi sebagian pengamat, lini ini terasa seperti bagian dari perusahaan besar yang kehilangan fokus.
Bagi konsumen yang mencari perangkat lipat dengan ekosistem matang, iPhone Duo menjadi opsi baru yang layak dipertimbangkan. Sementara bagi pengguna Surface, pertanyaan besarnya bukan soal spesifikasi, melainkan apakah Microsoft masih serius mengembangkan lini ini ke depan.