LAMPUNG — Kepastian ini diumumkan pada Jumat (22/8/2026), dengan nilai kontrak mencapai angka antara $11,5 juta hingga $13 juta per musim. Kesepakatan tersebut juga mencakup opsi pemain untuk tahun kedua serta klausul trade kicker sebesar 15 persen, yang memberikan fleksibilitas bagi kedua belah pihak.
Langkah ini menjadi awal baru bagi Thompson setelah dua musim yang dianggapnya bergejolak bersama Dallas Mavericks. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan tim yang berpeluang meraih gelar, demi mengejar cincin kejuaraan NBA kelima dalam kariernya.
Mengapa Miami Menjadi Tujuan Utama Thompson
Miami Heat telah lama mengincar Thompson sepanjang offseason. Manajemen melihatnya sebagai floor-spacing wing yang ideal untuk melengkapi permainan Giannis Antetokounmpo dan Bam Adebayo di lini depan.
Kebutuhan akan penembak jarak jauh semakin mendesak setelah Heat kehilangan Tyler Herro yang pindah ke Milwaukee dalam kesepakatan pertukaran Antetokounmpo. Norman Powell juga telah bergabung dengan Chicago, meninggalkan ruang kosong di sektor perimeter yang kini diisi oleh Thompson.
Presiden Heat, Pat Riley, menyambut kedatangan pemain berusia 36 tahun itu dengan pujian tinggi. Ia menyebut Thompson sebagai "pemain ikonik" dan "Juara Dunia empat kali yang teruji dalam pertempuran" yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan di kedua sisi lapangan.
Fleksibilitas Finansial dan Faktor Iklim
Proses kepindahan ini tidak lepas dari negosiasi buyout yang rumit. Thompson setuju mengembalikan sekitar $9,8 juta dari gajinya yang sebesar $17,5 juta untuk musim 2026-2027 kepada Mavericks. Dengan kontrak barunya yang lebih rendah, Heat dapat mempertahankan fleksibilitas finansial di bawah hard cap dan mengisi slot roster ke-14 dan ke-15 dengan kontrak minimum veteran.
Menariknya, faktor lingkungan turut berperan dalam pengambilan keputusan ini. Thompson secara pribadi menyatakan bahwa "sendi-sendi [nya] terasa nyaman berada di iklim ini" di Miami, merujuk pada cuaca hangat yang ia sukai.
Target Bangkit dari Musim Terburuk
Thompson bertekad membuktikan diri kembali setelah mencatatkan rata-rata terendah dalam kariernya pada musim 2025-2026. Bersama Mavericks, ia hanya mencetak 11,7 poin dan 2,1 rebound per pertandingan dalam 69 laga, dengan persentase tembakan tiga angka 38,3 persen.
Sebelum bergabung dengan Dallas pada 2024, Thompson menghabiskan 13 musim gemilang bersama Golden State Warriors. Ia mempersembahkan empat gelar NBA pada 2015, 2017, 2018, dan 2022. Namun, perjalanannya di Mavericks tidak mulus—ia sempat dijanjikan posisi starter, tetapi dipindahkan ke peran cadangan setelah hanya tujuh pertandingan.
Kini, dengan ambisi yang masih menyala dan dukungan skuad yang lebih kompetitif, Thompson siap menulis babak baru di Miami. Pertanyaannya, akankah ia mampu membawa Heat meraih trofi dan menggenapi koleksi cincinnya menjadi lima?