BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi langkah organisasi, komunitas, hingga aktivis lingkungan yang terjun langsung mengelola sampah pasar. Menurutnya, partisipasi itu menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
"Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan baik dari organisasi, komunitas, masyarakat, aktivis lingkungan dan lain sebagainya yang membantu mengelola sampah di Lampung, yang memang menjadi persoalan lingkungan yang luar biasa," ujar Jihan di Bandarlampung, Rabu.
Sampah Pasar Disulap Jadi Pupuk, Ini Manfaatnya
Jihan menuturkan, pengolahan sampah organik dari pasar menjadi pupuk tidak sekadar mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Lebih dari itu, produk yang dihasilkan bisa menjadi penopang sektor pertanian dan ketahanan pangan di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini.
Ia menambahkan, distribusi pupuk organik hasil olahan komunitas tersebut nantinya bisa dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Tujuannya, produk bisa terakomodasi masuk ke pasar dengan lebih luas.
"Terkait distribusi pupuk organik yang dihasilkan bisa mengkomunikasikan dengan dinas perindustrian dan perdagangan untuk membantu mengakomodasi produk untuk masuk ke pasar. Dan penerimaan produk oleh masyarakat tetap bergantung pada kualitas dan minat konsumen," katanya.
Integrasi dengan Program Desa KIMUJA di 1.300 Titik
Wagub menyebut, program Pupuk Hayati Cair (PHC) yang tengah berjalan di tingkat desa bisa diintegrasikan dengan Program Desa KIMUJA. Program tersebut saat ini telah menjangkau sekitar 1.300 titik desa di Lampung dan dinilai efektif menjadi wahana pengelolaan sampah pasar menjadi pupuk.
Meski begitu, Jihan mengingatkan bahwa pengelolaan sampah di pasar merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi tidak bisa secara langsung mengarahkan seluruh pasokan sampah pasar kepada satu yayasan atau perusahaan tertentu.
"Namun kami dapat mengambil peran melalui koordinasi, dan fasilitasi agar dapat berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sampah di wilayahnya," ucap dia.
Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Yayasan dan Komunitas
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendorong kabupaten dan kota untuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya, pengelolaan sampah pasar bisa berjalan lebih optimal dan merata di seluruh daerah.
"Kami membuka peluang untuk mendiskusikan kemungkinan pengembangan dan adopsi bahan maupun inovasi yang dikembangkan, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik serta ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah. Karena kami membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, yayasan, komunitas, dan organisasi yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan," tambahnya.
Volume Sampah Pasar Masih Tinggi, DLH Siap Fasilitasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung Riski Sofyan menyebut peluang pengembangan pengelolaan sampah masih terbuka lebar. Sebab, volume sampah yang dihasilkan pasar di berbagai kabupaten dan kota masih tergolong tinggi dan belum semuanya tersentuh pengelolaan optimal.
"Masih terdapat peluang besar untuk mengembangkan pengelolaan sampah di sejumlah daerah yang belum tersentuh secara optimal, mengingat volume sampah dari pasar di berbagai kabupaten dan kota masih cukup tinggi," ujar Riski.
Pihaknya akan memfasilitasi sosialisasi program pengelolaan sampah pasar oleh komunitas dan masyarakat kepada pemerintah kabupaten serta kota. Dengan begitu, masing-masing daerah bisa mengetahui potensi kerja sama apa saja yang dapat dikembangkan ke depan.