BANDAR LAMPUNG — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0410/KBL resmi berakhir setelah 30 hari Satgas bersama pemerintah daerah dan warga bergotong royong membangun sejumlah infrastruktur di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling. Penutupan ditandai upacara militer yang dipimpin Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto di Lapangan Manuja, Kamis (13/8).
Dalam amanat Pangdam XXI/Radin Inten yang dibacakan Kasdam, TMMD disebut sebagai operasi bakti terpadu lintas sektoral. Program ini tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga. Sinergi tiga unsur—TNI, pemda, dan masyarakat—dinilai krusial agar sasaran program tepat guna dan manfaatnya langsung dirasakan.
Kasrem 043/Gatam: Hasil TMMD Harus Dirawat Warga
Usai upacara, Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Roli Dewanto mengingatkan agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun tidak dibiarkan terbengkalai. Ia meminta warga Pinang Jaya turut menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara optimal.
"Semoga hasil pembangunan TMMD ini dapat dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kebersamaan TNI, pemerintah dan masyarakat juga harus terus dijaga," ujar Kolonel Kav Roli Dewanto.
Kasdam Tinjau Langsung Titik Infrastruktur Hasil TMMD
Setelah upacara penutupan, Brigjen TNI Andrian Susanto bersama rombongan meninjau sejumlah titik sasaran fisik yang telah dikerjakan Satgas TMMD di Pinang Jaya. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa" ini turut dihadiri jajaran TNI-Polri, perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung, instansi terkait, serta tokoh masyarakat setempat.
Penutupan TMMD ke-129 ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi pembangunan di Bandar Lampung, khususnya di wilayah pinggiran seperti Kemiling.