LAMPUNG UTARA — Stasiun Geofisika Lampung Utara mencatat suhu maksimum harian sebesar 36,2 derajat Celsius, posisi tertinggi secara nasional untuk periode pengamatan 3 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 4 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Angka ini melampaui Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Aljufri di Palu, Sulawesi Tengah, yang berada di posisi kedua dengan 35,8 derajat Celsius.
Peringkat ketiga ditempati Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, dengan suhu maksimum 35,7 derajat Celsius. Disusul Stasiun Meteorologi Pangsuma di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sebesar 35,6 derajat Celsius.
Daftar Wilayah dengan Suhu Tertinggi di Indonesia
BMKG merilis sejumlah wilayah lain yang mencatat suhu ekstrem dalam 24 jam terakhir. Berikut urutan lengkapnya:
- Stasiun Meteorologi Tebelian, Sintang (Kalbar): 35,5 derajat Celsius
- Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Banjarbaru (Kalsel): 35,4 derajat Celsius
- Stasiun Meteorologi Kalimarau, Berau (Kaltim): 35,4 derajat Celsius
- Stasiun Meteorologi Beringin, Barito Utara (Kalteng): 35,3 derajat Celsius
- Stasiun Meteorologi Nangapinoh, Melawi (Kalbar): 35,2 derajat Celsius
- Taman Alat Digital Staklim Sumatera Selatan: 35,2 derajat Celsius
Fenomena Kemarau dan Dampaknya bagi Sektor Pertanian
Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau yang tengah berlangsung. BMKG menyebut iklim kering saat ini memengaruhi banyak sektor yang membutuhkan perhatian khusus, terutama pertanian serta sumber daya air dan energi.
"Pada sektor pertanian, para pelaku usaha tani perlu menyusun strategi jadwal awal musim tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Sementara itu, pengelola sektor sumber daya air dan energi diminta menghitung ketersediaan air baku, menentukan volume air bendungan, serta mengantisipasi dinamika produksi listrik PLTA untuk mengendalikan lonjakan konsumsi energi.
Waspada Risiko Kesehatan dan Kebakaran Hutan
Minimnya curah hujan juga berpotensi menurunkan kualitas udara yang bisa memicu peningkatan risiko penyakit ISPA. BMKG mengingatkan pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menyiapkan mekanisme respons cepat menghadapi potensi perubahan sebaran penyakit DBD dan malaria, serta ancaman heat-stroke akibat cuaca panas ekstrem.
Pengelola sektor kehutanan dan kebencanaan diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebaliknya, pelaku sektor perikanan dan tambak garam justru dapat memanfaatkan momentum kemarau ini untuk mengoptimalkan produksi garam dan memaksimalkan fenomena upwelling guna meningkatkan hasil tangkapan ikan.
Bagaimana Masyarakat Memantau Perkembangan Iklim?
BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi prediksi iklim untuk mendukung langkah adaptasi dan mitigasi di seluruh sektor terdampak. Masyarakat dapat berperan aktif memantau perkembangan iklim melalui saluran resmi media sosial @InfoBMKG, situs http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan WA Channel Info BMKG.