LAMPUNG — Sebagai anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang pelayaran, PIS mengemas program tanggung jawab sosialnya melalui pendekatan pendidikan. Ocean LiteraSEA, yang digagas sejak 2023, menyasar sekolah-sekolah yang berlokasi di area pesisir di berbagai daerah Indonesia.
Program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan. Anak-anak diajak terlibat aktif, mulai dari belajar di kelas hingga membersihkan garis pantai.
Kebiasaan Baru di Sekolah Pesisir
Di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan, perubahan kecil mulai terasa di ruang kelas. Guru Kusriati menuturkan, murid-muridnya yang dulu kerap diingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya kini justru saling menegur teman. "Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," kata Kusriati.
SDN Sarang Tiung merupakan salah satu dari 61 sekolah pesisir yang menjadi penerima program. Materi yang diberikan tidak hanya seputar lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap ekosistem laut.
Capaian Dua Tahun: 61 Sekolah, 41 Guru Tersertifikasi
PIS mencatat, Ocean LiteraSEA telah melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat. Sebanyak 41 guru juga telah tersertifikasi, dan 25 perpustakaan sekolah berhasil direvitalisasi.
Aksi lingkungannya turut terukur. Sepanjang program berjalan, sekitar 3,86 ton sampah berhasil diurai dari kawasan pesisir. Selain itu, 15 pelaut muda menerima beasiswa dari perusahaan.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa membangun kepedulian terhadap laut bisa dimulai dari ruang sederhana: kelas, perpustakaan, halaman sekolah, hingga pantai tempat anak-anak bermain dan tumbuh.
Menyiapkan Talenta Maritim Masa Depan
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menegaskan, Ocean LiteraSEA merupakan wujud komitmen berkelanjutan perseroan dalam membangun masyarakat pesisir. "Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan," ujar Vega.
Ia menambahkan, investasi pada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim jangka panjang. Harapannya, anak-anak yang kini belajar mengenal laut dapat tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan Indonesia.
Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, yang menjadi mitra kolaborasi program ini, menilai literasi laut bukan sekadar pengetahuan lingkungan. Menurutnya, pemahaman tentang laut juga membuka peluang profesi bagi anak-anak pesisir di masa depan. "Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan," jelas Restu.
Bagi PIS, program ini menjadi bagian tanggung jawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kelangsungan bisnis pelayaran, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan masyarakat sekitar.