Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengajak warga menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup. Ajakan ini disampaikan saat peringatan Maulid Nabi di Masjid Riyadlul Muttaqin, Desa Bumi Daya, Palas, Rabu. Baginya, perbedaan adalah sunnatullah yang harus dirawat.
Momentum Mengambil Pesan Keteladanan
Ajakan tersebut disampaikan Radityo Egi Pratama saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Riyadlul Muttaqin, Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Rabu.
Dia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini justru harus menjadi ruang refleksi untuk mengambil pesan dan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan.
Pesan di Balik Peringatan Maulid
"Acara Maulid Nabi itu nggak cuma sekadar seremonial. Acara Maulid Nabi ini harus punya makna pesan," kata Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Kalianda, Rabu.
Dia memaparkan, salah satu nilai penting yang dapat diterapkan dalam bermasyarakat adalah kemampuan mengenali diri sendiri. Setiap orang perlu memahami kelebihan dan potensi dirinya, sekaligus menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.
Perbedaan Bukan Alasan untuk Membandingkan
Manusia diciptakan dengan karakter, kemampuan, dan potensi yang berbeda-beda. Karena itu, perbedaan yang ada tidak sepantasnya menjadi alasan untuk saling membandingkan atau mempertajam jurang pemisah.
Justru di sinilah letak kekuatan sosial. Dengan saling menghargai dan bahu-membahu dalam kebaikan, masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis dan saling menguatkan.