TULANG BAWANG — Puluhan kader 'Aisyiyah dari berbagai kabupaten/kota di Lampung menunjukkan kebolehan mereka di dapur dalam lomba memasak yang menjadi rangkaian 'Aisyiyah Cadre Camp. Ajang yang digelar di lingkungan PKU Muhammadiyah Tulang Bawang Barat ini berlangsung meriah, diwarnai beragam kreasi kuliner yang disajikan para peserta.
Lomba ini bukan sekadar kompetisi keterampilan, melainkan bagian dari ikhtiar pemberdayaan ekonomi perempuan. MEK PWA Lampung sengaja mengangkat kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kemampuan memasak yang dimiliki kader sehari-hari bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Keterampilan Dapur Disulap Jadi Peluang Usaha
Ketua MEK PWA Lampung, Hasbiyah, menegaskan bahwa memasak adalah keterampilan dengan potensi ekonomi yang besar. Ia mendorong para kader untuk berani melihat peluang di balik aktivitas domestik tersebut.
"Memasak merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kader agar mampu melihat potensi keterampilan menjadi usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi," ujar Hasbiyah.
Menurutnya, dari dapur rumahan, para kader bisa merintis berbagai bentuk usaha. Mulai dari kuliner rumahan, jasa katering, hingga produk makanan olahan yang memiliki nilai tambah dan daya jual di pasaran.
Empat Juri Nilai Cita Rasa hingga Kebersihan
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan empat dewan juri, yakni Zuraida, Wita Kurnia, Erna Rochana, dan Hasbiyah. Penilaian dilakukan pada sejumlah aspek penting, termasuk cita rasa, kreativitas, penyajian, kebersihan, serta ketepatan dalam mengolah bahan.
"Harapannya, kader tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu membaca peluang dan mengubah keterampilan tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang produktif," tambah Hasbiyah.
Suasana kompetisi yang hangat sekaligus kompetitif ini dinilai mampu mempererat kebersamaan antarkader dari berbagai daerah di Lampung. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Lewat semangat 'Aisyiyah Cadre Camp, MEK PWA Lampung berharap potensi kuliner para kader terus terasah. Dengan begitu, pemberdayaan ekonomi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mengukuhkan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi di tengah masyarakat.