Pencarian

IHSG Diperkirakan Menguji 6.050-6.100, Rupiah Tertekan ke Rp18.083 Jelang Rapat The Fed

Rabu, 29 Juli 2026 • 07:47:31 WIB
IHSG Diperkirakan Menguji 6.050-6.100, Rupiah Tertekan ke Rp18.083 Jelang Rapat The Fed
IHSG ditutup melemah 0,89 persen ke posisi 6.130,59 poin pada perdagangan Selasa (28/7).

LAMPUNG — Pada perdagangan Selasa (28/7), IHSG ditutup melemah 0,89% ke posisi 6.130,59 poin. Tekanan jual menguat menjelang akhir sesi II, dengan sektor properti menjadi yang paling terpukul—terkoreksi hingga 3,25%. Sektor non-siklikal menjadi satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,52%.

Sentimen Pasar: Rupiah dan Harga Minyak Jadi Beban Ganda

Kurs rupiah di pasar spot kembali melemah 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS, mendekati rekor terendah sepanjang masa di Rp18.190. Pelemahan ini dipicu oleh faktor eksternal dan domestik menjelang pertemuan The Fed yang diproyeksikan masih akan mempertahankan sikap hawkish.

Dari sisi komoditas, harga minyak mentah dunia berlanjut terkoreksi. Penyebabnya adalah kabar negosiasi antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz. Potensi peningkatan pasokan minyak global ini menekan harga energi dan berdampak pada saham-saham terkait di dalam negeri.

Indikator Teknikal: MACB Menyempit, Stochastic RSI Melemah

Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG masih berlanjut. Analis Phintraco Sekuritas mencatat histogram MACD terus menyempit, sementara Stochastic RSI sudah melemah di area pivot. "Sektor noncyclical menjadi satu-satunya sektor yang menguat 0,52 persen," tulis riset Phintraco Sekuritas, Selasa (28/7).

Kombinasi indikator ini mengindikasikan momentum bullish masih lemah. Pelaku pasar cenderung wait and see menjelang keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan mempengaruhi pergerakan dolar AS dan aliran modal asing ke pasar emerging market, termasuk Indonesia.

Apa yang Perlu Dicermati Investor

Level psikologis 6.100 menjadi garis pertahanan utama IHSG dalam jangka pendek. Jika tembus, potensi koreksi lebih dalam ke area 6.050 terbuka lebar. Sebaliknya, rebound dapat terjadi jika rupiah berhasil stabil dan data ekonomi domestik memberikan katalis positif.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan indeks saham sangat dipengaruhi oleh arus modal asing dan stabilitas nilai tukar. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan rupiah dan hasil rapat The Fed sebagai indikasi arah selanjutnya.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks