BANDARLAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo, mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi motor penggerak inovasi dan pelayanan profesional dalam mendukung program strategis nasional. Dorongan itu disampaikan saat membacakan sambutan tertulis Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung.
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Garda Terdepan Ekonomi Warga
Pemprov Lampung memprioritaskan penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa. Targetnya, koperasi ini mampu memotong rantai distribusi agar harga barang lebih terjangkau, memperluas pemasaran produk lokal, dan menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat.
“Sinergi ini sejalan dengan nilai-nilai luhur koperasi dan ditargetkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Marindo dalam sambutannya.
Lima Sektor Usaha Baru yang Bisa Dikelola Koperasi
Pemerintah mendorong koperasi merambah sektor produksi yang menjadi motor industrialisasi rakyat. Berdasarkan arahan Menteri Koperasi, setidaknya ada lima bidang usaha modern yang kini bisa digerakkan oleh koperasi:
- Energi dan infrastruktur: mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
- Hilirisasi komoditas: mengolah turunan kelapa sawit menjadi minyak sawit dan produk bernilai tambah, bukan sekadar menjual bahan mentah.
- Ekonomi kreatif dan digital: mewadahi generasi muda melalui koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga perusahaan rintisan (startup).
Teknologi dan Birokrasi Adaptif Jadi Kunci Daya Saing
Menghadapi ketidakpastian global, Pemprov Lampung menekankan optimalisasi seluruh potensi sumber daya daerah sebagai modal pembangunan. Kolaborasi pemanfaatan teknologi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta terus dipacu untuk mendongkrak daya saing daerah.
Dengan tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Pemprov Lampung mengedepankan semangat gotong royong dan kekeluargaan. Marindo optimistis perpaduan antara birokrasi yang adaptif, kebijakan tepat sasaran, dan modernisasi perkoperasian akan membuat perekonomian daerah semakin tangguh dan mandiri.