Pencarian

Dirut Bulog Peringatkan Risiko Informasi El Nino yang Berlebihan: Petani Bisa Urung Garap Lahan

Selasa, 14 Juli 2026 • 08:39:01 WIB
Dirut Bulog Peringatkan Risiko Informasi El Nino yang Berlebihan: Petani Bisa Urung Garap Lahan
Direktur Utama Bulog memperingatkan agar informasi mengenai El Nino disampaikan berdasarkan data teruji untuk menghindari kekhawatiran berlebihan di kalangan petani.

LAMPUNG — Pernyataan ini disampaikan Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7). Ia menegaskan bahwa setiap pernyataan tentang El Nino harus berdasarkan data yang benar-benar teruji, bukan sekadar proyeksi.

"Statement El Nino itu harus betul-betul dipastikan. Karena berpengaruh kepada para petani yang tadinya mau bercocok tanam jadi takut-takut bercocok tanam gara-gara ada statement El Nino ini," ujar Rizal.

Hujan Masih Turun di Sejumlah Wilayah Sentra Produksi

Rizal mempertanyakan sejauh mana dampak El Nino sudah benar-benar terasa di lapangan. Ia mengaku masih kerap menemukan curah hujan yang cukup saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah.

"Kalau dibilang El Nino, masih ada hujan sekarang. Saya masih merasakan hujan di Jakarta, di Papua, di Kalimantan, sampai Sumatra. Jadi saya juga mempertanyakan El Nino ini benar atau tidak," ujarnya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang terlalu dini tentang kekeringan justru bisa mengganggu psikologis petani sebelum kondisi sebenarnya terjadi. Hal ini berpotensi menekan produksi pangan, termasuk padi dan jagung, pada musim tanam mendatang.

Penggilingan Padi: Dampak Belum Terlihat, Tunggu Panen Kedua

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Seluruh Indonesia (Perpadi), Sutarto Alimoeso, mengatakan dampak El Nino terhadap produksi beras belum bisa disimpulkan. Sebagian besar daerah saat ini baru memasuki musim panen kedua.

"Belum terlihat, karena sekarang ini baru mulai panen kedua. Nanti kita lihat sekitar bulan Agustus apakah produksinya turun atau tidak," ujar Sutarto.

Ia menambahkan, selama pasokan gabah dan beras masih terus masuk dari daerah produksi, belum ada indikasi nyata bahwa El Nino telah mengganggu ketersediaan pangan. Penurunan produksi yang terjadi sebelumnya masih mengikuti pola panen musiman biasa.

BMKG Justru Peringatkan El Nino Kuat hingga 12 Bulan

Pernyataan Bulog dan Perpadi ini muncul di tengah peringatan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyatakan El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen dan diperkirakan berlangsung hingga 9-12 bulan.

Fenomena ini berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan pada Juli hingga Oktober 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, dan Papua bagian selatan.

BMKG juga mengingatkan bahwa El Nino dapat mengganggu fase pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko gagal panen akibat berkurangnya ketersediaan air. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku usaha pertanian diminta melakukan langkah antisipasi, seperti penyesuaian pola tanam dan pengelolaan irigasi.

Pertanyaan yang kini mengemuka adalah bagaimana pemerintah menyelaraskan peringatan dini BMKG dengan kekhawatiran Bulog agar petani tidak ciut nyali. Jika komunikasi risiko tidak dikelola dengan baik, petani bisa terjebak antara ancaman kekeringan dan ketakutan menanam.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks