Pencarian

Mantan Suami Staf Ahli Gubernur Lampung Cabut Laporan Penganiayaan Usai Dilobi Eks Bupati, Surat Tanpa Materai Jadi Sorotan

Sabtu, 11 Juli 2026 • 15:38:31 WIB
Mantan Suami Staf Ahli Gubernur Lampung Cabut Laporan Penganiayaan Usai Dilobi Eks Bupati, Surat Tanpa Materai Jadi Sorotan
Surat pencabutan laporan penganiayaan mantan suami staf ahli Gubernur Lampung tanpa materai menjadi sorotan.

BANDARLAMPUNG — Surat pencabutan laporan yang ditandatangani HS pada 10 Juli 2026 itu tidak dilekati materai, sebagaimana lazimnya dokumen resmi. Padahal, laporan awal dengan nomor LP/B/1080/VI/2026/SPKT/POLRESTA BANDARLAMPUNG/POLDA LAMPUNG tertanggal 29 Juni 2026 itu awalnya mendaftarkan dugaan penganiayaan yang dilakukan CKS, suami baru LD, yang juga konsultan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung.

Pertemuan di Hotel dengan Lima Pengawal

Sumber inilampung.com menyebutkan, LD meminta bantuan mantan Bupati AS untuk melobi HS. Pertemuan digelar di sebuah hotel di Jalan Raden Intan, Bandarlampung, Sabtu (11/7/2026) pagi. "Ada lima bodyguard yang nemenin bekas Bupati itu waktu ngajak HS ketemu di salah satu ruangan hotel. Pertemuan terbatas," kata sumber tersebut.

Selama berada di ruangan itu, HS diduga mendapat tekanan hingga akhirnya menandatangani surat pencabutan. Surat yang sudah tampak dipersiapkan sebelumnya itu isinya menyatakan bahwa perkara telah diselesaikan secara kekeluargaan dan HS tidak akan menuntut secara pidana, perdata, maupun tuntutan hukum lainnya.

Ancaman soal Biaya Anak Jadi Titik Lemah HS

HS akhirnya melemah bukan hanya karena tekanan dari mantan Bupati AS. Sumber mengungkapkan, LD juga mengancam bahwa jika ia sampai lengser dari jabatannya sebagai ASN, pendapatan pensiunnya hanya beberapa juta rupiah dan tidak akan mampu membiayai putri mereka, S, yang tinggal di Serpong. "HS itu sangat sayang sama anak perempuannya, S. LD tahu bener memanfaatkan itu jadi kelemahan HS. Maka dia sampein kalau dia dipensiun dini, nggak bisa lagi biayai S," tutur sumber.

HS sendiri saat ini banyak berada di rumah kebon di Palas, Lampung Selatan, mengurus ternak ayam dan berencana pulang ke Lumajang, Jawa Timur. Kondisi kesehatannya disebut memprihatinkan — sudah terpasang enam ring di jantung, serta mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan. Ia rutin berobat ke RS Urip Sumoharjo atau RS Bob Bazar.

Kronologi: Urusan Harta Gono-Gini Berujung Laporan Polisi

Perkara ini bermula pada Selasa, 23 Juni 2026. HS (64) mendatangi kantor Gubernur Lampung di Telukbetung untuk membicarakan harta gono-gini yang belum tuntas dengan mantan istrinya, LD. Karena LD sibuk, pertemuan batal. LD kemudian meminta HS datang ke rumah di Jalan C. Namun, di lokasi itulah dugaan penganiayaan oleh CKS terjadi, sehingga HS melapor ke polisi.

Fakta lain yang terungkap, CKS saat ini masih memiliki istri berinisial E dan baru mengajukan gugat cerai pada 20 Mei 2026 dengan sidang perdana 9 Juni 2026. Sementara LD baru resmi bercerai dengan HS pada November 2025.

Karier LD di Ujung Tanduk: Pensiun Dini atau Dipecat?

Inspektorat Provinsi Lampung telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap LD. Sumber memastikan birokrat wanita itu kini ketar-ketir. "Pilihan buat LD cuma dua. Dia pensiun dini atau diberhentikan dengan tidak hormat," kata sumber. Kekhawatiran itu sempat diungkapkan LD saat menelepon HS beberapa waktu lalu, di mana ia sangat gusar soal kelanjutan karier ASN-nya yang masih tersisa sekitar tiga tahun lagi.

Perkara ini mendapat atensi langsung dari Gubernur Lampung Mirza, Wakil Gubernur Jihan, serta jajaran Inspektorat dan pegawai Pemprov Lampung.

Bagikan
Sumber: inilampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks