BANDARLAMPUNG — Maulidi Hilal menegaskan bahwa petugas pemasyarakatan merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan marwah organisasi. Ia meminta seluruh pegawai bekerja secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
"Rutan harus menjadi tempat pembinaan yang aman, tertib, dan bersih dari praktik-praktik penyimpangan," kata Maulidi di Bandarlampung, Kamis.
Arahan Keras untuk Petugas: Integritas dan Loyalitas Non-Negosiasi
Dalam pengarahannya, Maulidi menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta kekompakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan agar tidak ada satu pun pelanggaran yang mencederai nama baik institusi pemasyarakatan.
"Setiap pegawai harus terus menjaga integritas, menjaga kekompakan, dan bekerja sesuai aturan yang berlaku," ujar Maulidi.
Warga Binaan Juga Diingatkan: Patuhi Tata Tertib Selama Pembinaan
Tidak hanya kepada petugas, Maulidi juga menyampaikan pesan tegas kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Ia meminta mereka untuk mematuhi seluruh tata tertib dan aturan yang berlaku selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
"Setiap warga binaan memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan, namun juga memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas lingkungan rutan," ujar Maulidi.
Kepala Rutan Menggala: Kunjungan Ini Jadi Motivasi Perkuat Kinerja
Kepala Rutan Kelas IIB Menggala, Ade Hari Setiawan, menyambut langsung kunjungan kerja tersebut. Ia menyebut kunjungan ini menjadi motivasi dan penguatan bagi seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat pengawasan.
Kunjungan yang dilakukan bersama Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Ditjenpas, Prihartati, ini diharapkan mampu memastikan pelaksanaan pembinaan berjalan sesuai ketentuan. Maulidi menambahkan, kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin pasti dan berdampak.