KALIANDA — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengakui sektor pariwisata daerahnya sedang menghadapi masalah klasik: jumlah pengunjung melonjak, tapi fasilitas penunjang belum siap. Sepanjang 2025, tercatat 1,5 juta wisatawan datang ke Lampung Selatan. Namun, sebagian besar hanya mampir dan tidak menginap.
“Yang kita utamakan saat ini bukan promosi untuk menarik wisatawan, tetapi promosi untuk para investor agar berinvestasi membangun fasilitas penunjang,” ujar Egi di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Overkapasitas Akhir Pekan, Fasilitas Belum Padai
Data dari Dinas Pariwisata setempat menunjukkan, setiap akhir pekan rata-rata 900 hingga 1.000 wisatawan memadati destinasi seperti Pantai Pasir Putih dan Tanjung Setia. Kondisi ini sudah masuk kategori overkapasitas. Bupati Egi khawatir pengalaman buruk wisatawan justru akan merusak citra daerah.
“Jangan sampai yang datang banyak, tapi merasa kecewa karena fasilitas pendukung belum memadai. Ini pekerjaan rumah kita,” tegasnya.
Fasilitas yang dibutuhkan mencakup hotel, restoran, kafe, toilet umum, pusat oleh-oleh, rumah sakit, hingga ATM. Tanpa itu, Egi menilai wisatawan hanya akan transit dan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Strategi Baru: Branding ‘Beranda Pulau Sumatera’
Pemkab Lampung Selatan kini tengah membangun ulang citra daerah. Jika sebelumnya dikenal sebagai “pintu gerbang Pulau Sumatera”, kini mereka ingin beralih ke konsep “Beranda Pulau Sumatera”.
“Gerbang hanya dilewati, sedangkan beranda adalah tempat orang singgah. Itu yang ingin kita wujudkan,” jelas Egi.
Konsep ini sejalan dengan model pembangunan hexahelix yang melibatkan media dan influencer sebagai elemen penting. Bupati menilai kolaborasi dengan JMSI sangat strategis untuk membangun citra positif dan menarik investor.
JMSI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,71%
Sekretaris JMSI Lampung, Anton Kurniawan, memberikan apresiasi atas capaian ekonomi Lampung Selatan yang tumbuh 5,71 persen—di atas rata-rata provinsi dan nasional. Menurutnya, pola kerja sama antara Pemkab dan media selama ini sudah baik dan menjadi rujukan daerah lain.
“Destinasi wisata Lampung Selatan cukup diminati. Kita berharap pariwisata di sini bisa menjadi kekuatan utama pariwisata Provinsi Lampung,” ujar Anton.
Ia juga mendorong Bupati Egi untuk terus melahirkan program populis yang berpihak kepada rakyat. “JMSI akan selalu mendukung program prorakyat yang memberikan legacy bagi masyarakat,” pungkasnya.