BANDAR LAMPUNG — Status siaga Gunung Anak Krakatau membawa konsekuensi langsung bagi aktivitas pelayaran di Selat Sunda, salah satu jalur laut tersibuk di Indonesia. Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menginstruksikan seluruh nahkoda dan perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan, lontaran material vulkanik, serta abu yang dapat mengganggu navigasi.
Larangan Ketat di Radius 5 Kilometer
Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), larangan mendekati kawah aktif berlaku selama status Level III (Siaga) masih bertahan. “Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Yogie dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).
Para nahkoda diminta terus memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, serta instansi terkait sebagai acuan pengambilan keputusan saat berlayar. Aktivitas vulkanik gunung ini, menurut catatan PVMBG, dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Cuaca Ekstrem Mengintai Delapan Wilayah di Lampung
Di waktu yang sama, BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang perlu waspada meliputi Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Lampung Utara, terutama pada siang hingga sore hari.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Lampung diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan berpotensi terjadi di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Memasuki siang hingga sore, potensi hujan meluas ke Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, serta Way Kanan.
Malam hari, hujan ringan masih berpeluang turun di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 19–31 derajat Celsius di Lampung Barat dan 23–34 derajat Celsius di wilayah lainnya, dengan kelembapan mencapai 56–98 persen. Kecepatan angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kisaran 5–33 kilometer per jam.
Prioritas Keselamatan dan Imbauan Warga
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari PVMBG, BMKG, KSOP, maupun instansi berwenang lainnya. Status Level III (Siaga) bukan berarti masyarakat harus panik, melainkan menjadi peringatan agar seluruh aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dan jalur pelayaran Selat Sunda dilakukan dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, dan seluruh pengguna jasa pelayaran diminta mematuhi larangan memasuki radius lima kilometer dari kawah aktif.***