JAKARTA — Kepastian itu disampaikan Yon Arsal dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat (3/7/2026). Ia menjelaskan LPDP mendapat mandat mengelola dana abadi pendidikan melalui investasi. Sumber pembiayaan itu, kata dia, tidak tersentuh kebijakan efisiensi pemerintah pusat.
Efisiensi Hanya di Operasional, Bukan di Beasiswa
"Kita akan optimalkan hasil investasi karena itu amanah yang harus kita kelola bersama. Jadi kalau efisiensi kita lakukan terhadap operasional manajemen. Tapi terhadap untuk beasiswa, kita tidak melakukan efisiensi. Berdasarkan hasil investasi, seluruhnya kita berikan," ujar Yon Arsal.
Pernyataan ini sekaligus meredakan kekhawatiran calon penerima beasiswa di tengah isu pemotongan anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Skema pengelolaan dana abadi membuat LPDP memiliki kemandirian finansial yang tidak bergantung sepenuhnya pada APBN tahunan.
Apa Itu Dana Abadi Pendidikan?
Dana abadi pendidikan adalah dana yang disisihkan negara dan dikelola secara investasi jangka panjang. Hasil investasi inilah yang digunakan untuk membiayai program beasiswa, bukan dana pokoknya. Model ini memastikan keberlanjutan program meski ada tekanan fiskal.
LPDP selama ini menjadi salah satu penyelenggara beasiswa utama di Indonesia, mencakup jenjang magister dan doktor di dalam maupun luar negeri. Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Lampung, menjadi penerima manfaat program ini setiap tahunnya.
Dampak ke Mahasiswa Lampung dan Daerah Lain
Bagi mahasiswa asal Lampung yang tengah menjalani atau akan mendaftar beasiswa LPDP, kepastian ini menjadi angin segar. Proses seleksi dan pencairan dana pendidikan dipastikan berjalan normal tanpa pemotongan akibat efisiensi anggaran pemerintah.
Yon Arsal menambahkan pihaknya akan terus mengoptimalkan portofolio investasi demi menjaga nilai dana abadi. "Itu amanah yang harus kita kelola bersama," tegasnya. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas di tengah kebijakan penghematan belanja negara.