Pencarian

Festival Sekappung Limo Migo II di Lampung Timur Buktikan Kolaborasi Bisnis dan Budaya Mampu Hidupkan Ekonomi Lokal

Kamis, 02 Juli 2026 • 15:37:31 WIB
Festival Sekappung Limo Migo II di Lampung Timur Buktikan Kolaborasi Bisnis dan Budaya Mampu Hidupkan Ekonomi Lokal
Festival Sekappung Limo Migo II di Lampung Timur menampilkan kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat adat.

LAMPUNG TIMUR — Festival Budaya Sekappung Limo Migo II tidak sekadar menjadi panggung pelestarian tradisi. Ajang tahunan yang digelar di situs purbakala Pugung Raharjo ini menjelma menjadi etalase kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat adat, dengan Awater dan HS Sumatra sebagai motor penggerak utama.

Sepanjang festival, stan Awater dan HS Sumatra menjadi salah satu titik paling ramai. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat produk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan tim promosi. Suasana semakin hidup karena stan tersebut turut menjadi tempat bagi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan dagangannya.

Dukungan Nyata dari Sektor Swasta

Owner HS Sumatra, Danang Setia, hadir langsung bersama Kepala Desa Nibung, Marlin Putra Kurnia, di lokasi festival. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi wisata di Kabupaten Lampung Timur.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh panitia, tokoh adat, pemerintah, sponsor, dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan Festival Budaya Sekappung Limo Migo II. Semoga kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang membanggakan Lampung,” ujar Marlin dalam sambutannya.

Marlin menegaskan, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau tokoh adat. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta justru menjadi energi baru agar tradisi lokal tetap relevan di tengah arus modernisasi. Ia menilai langkah Awater dan HS Sumatra adalah contoh bagaimana perusahaan bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang bernilai sosial dan budaya.

Menggerakkan Ekonomi Lokal Lewat Tradisi

Ketua Panitia Festival, Ibrahim Restusaka, menyebut keberhasilan acara ini adalah hasil kerja kolektif. Pemerintah desa, penyimbang adat, relawan, media, pelaku UMKM, hingga dunia usaha disebut bahu-membahu menyukseskan festival.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk Awater dan HS Sumatra. Dukungan tersebut menjadi bagian penting sehingga festival dapat berlangsung aman, meriah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ibrahim.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika masih ada kekurangan selama penyelenggaraan. Masukan dari semua pihak akan menjadi bahan evaluasi agar festival ini terus berkualitas.

Festival Sekappung Limo Migo II akhirnya membuktikan satu hal: ketika budaya, masyarakat, dan dunia usaha berjalan beriringan, warisan leluhur tidak hanya lestari. Ia juga mampu menjadi kekuatan ekonomi, identitas daerah, dan kebanggaan Lampung di masa depan.

Bagikan
Sumber: wawainews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks