BANDARLAMPUNG — Kunjungan pasien ke Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, terus merangkak naik. Hal ini mendorong Pemprov Lampung untuk tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga menambah layanan spesialis yang sebelumnya belum tersedia secara optimal.
“Rumah Sakit Bandar Negara Husada adalah bagian dari wajah pelayanan publik Pemerintah Provinsi Lampung. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berjalan secara optimal,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam keterangan di Bandarlampung, Rabu.
Empat Layanan Baru yang Disiapkan RSBNH
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, Pemprov Lampung merencanakan pengembangan sejumlah layanan kesehatan di RSBNH. Berikut empat prioritas utama:
- Aktivasi layanan hemodialisa (cuci darah) — menyasar pasien gagal ginjal yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit lain.
- Penguatan layanan Intensive Care Unit (ICU) — meningkatkan kapasitas perawatan intensif bagi pasien kritis.
- Optimalisasi dokter spesialis ortopedi dan bedah mulut — memperpendek waktu tunggu operasi tulang dan gigi.
- Pengembangan operasi katarak modern (phacoemulsification) — metode sayatan kecil yang memungkinkan pemulihan lebih cepat.
Marindo menambahkan, investasi pada peralatan medis dan ruang operasi telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan pasien. “Seiring kita semakin baik, ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi,” katanya.
Akreditasi Paripurna dan Sistem Rujukan
RSBNH saat ini telah meraih akreditasi tingkat utama dan tengah mempersiapkan diri menuju akreditasi paripurna. Pemprov Lampung juga memperkuat sistem rujukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. RSBNH ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan utama, khususnya bagi masyarakat di wilayah barat Lampung Selatan.
“Kami ingin RSBNH mampu menerima pasien rujukan dari rumah sakit lain yang memiliki tingkat keterisian tempat tidur tinggi,” ujar Marindo.
Tantangan: Standar KRIS hingga Kesejahteraan Dokter Spesialis
Sejumlah tantangan turut menjadi perhatian Pemprov. Mulai dari pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), proses rekredensialing BPJS Kesehatan, hingga optimalisasi kuota pelayanan agar akses masyarakat lebih luas.
Di sisi lain, Pemprov Lampung mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan. Salah satu langkahnya adalah menyusun kebijakan untuk mendukung kesejahteraan dokter spesialis. “Mudah-mudahan Rumah Sakit Bandar Negara Husada menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, dan akses pelayanan kesehatan menjadi semakin luas,” pungkas Marindo.