Pencarian

Mensos Minta Petugas Sekolah Rakyat Jujur Soal Status Kemiskinan Keluarga Sasaran

Senin, 29 Juni 2026 • 16:50:01 WIB
Mensos Minta Petugas Sekolah Rakyat Jujur Soal Status Kemiskinan Keluarga Sasaran
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya kejujuran petugas dalam pendataan keluarga sasaran Sekolah Rakyat.

LAMPUNG — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan seluruh jajarannya bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat bergantung pada satu fondasi: kejujuran. Pernyataan ini disampaikan Mensos di sela-sela pemantauan persiapan operasional lembaga pendidikan gratis bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut.

Kejujuran di Tiga Lini: Petugas, Keluarga, dan Operator

Menurut Mensos, integritas data harus terjaga sejak tahap awal. Ia meminta petugas penjangkau tidak memanipulasi data kondisi ekonomi keluarga. "Kejujuran perlu dimulai dari petugas yang menjangkau, keluarga yang dijangkau, hingga pihak-pihak yang menjalankan operasional Sekolah Rakyat," ujarnya.

Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran adanya potensi kecurangan administratif. Jika data keliru, bantuan pendidikan justru bisa jatuh ke tangan yang tidak berhak.

Akurasi Data Penentu Tepat Sasaran Program

Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi. Oleh karena itu, validasi status ekonomi calon siswa menjadi krusial. Mensos menegaskan, petugas harus melakukan verifikasi faktual di lapangan, bukan sekadar mengandalkan data lama.

Keluarga yang dijangkau pun diminta terbuka mengenai kondisi riil mereka. "Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang miskin, ya harus diakui. Ini untuk kebaikan anak-anak kita sendiri," kata Mensos menambahkan.

Skema Operasional dan Pengawasan Ketat

Mensos memastikan mekanisme pengawasan berlapis akan diterapkan. Setiap laporan penjangkauan akan diperiksa ulang oleh petugas verifikator independen di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, sistem data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) akan menjadi acuan utama, namun tetap perlu dicocokkan dengan temuan di lapangan.

Langkah ini diambil untuk meminimalkan kesalahan sasaran yang kerap terjadi pada program bantuan sosial sebelumnya. Sekolah Rakyat direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang, menyasar anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Target dan Tantangan Implementasi

Program ini merupakan proyek prioritas Kementerian Sosial di bawah arahan Presiden. Sekolah Rakyat akan memberikan akses pendidikan formal gratis, termasuk seragam, buku, dan makan siang, bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada akurasi data awal.

Mensos mengakui, risiko kesalahan data selalu ada. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak ragu melaporkan jika menemukan kejanggalan. "Lebih baik lambat tapi tepat, daripada cepat tapi salah sasaran," tegasnya.

Dengan penekanan pada kejujuran sejak tahap penjangkauan, pemerintah berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi solusi struktural bagi pendidikan anak-anak miskin di Indonesia.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks