LAMPUNG BARAT — Sebanyak 87 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Lampung Barat ditargetkan menjadi tulang punggung perekonomian warga desa. Bupati Parosil Mabsus menyatakan pembangunan fisik koperasi ini sengaja ditempatkan di titik-titik yang mudah dijangkau masyarakat.
"Pembangunan KDMP kami utamakan di lokasi strategis di pinggir jalan. Dari 87 unit, 16 lokasi merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lampung Barat," kata Parosil saat dihubungi dari Lampung Selatan, Kamis.
Fungsi Lebih dari Sekadar Tempat Usaha
Keberadaan koperasi ini tidak hanya menjadi wadah usaha bersama. Bupati menekankan KDMP juga dirancang untuk memperluas akses pemasaran produk lokal, meningkatkan produktivitas pelaku UMKM, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa secara keseluruhan.
Menurutnya, kunjungan Panglima Kodam XXI Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi ke Pekon (Desa) Kembahang, Kecamatan Batu Brak, diharapkan bisa memotivasi pengelola koperasi sekaligus mempercepat proses pembangunan KDMP yang masih berjalan.
TNI Bantu Fisik, Bukan Kelola Koperasi
Pangdam XXI Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa institusinya siap membantu pembangunan fisik KDMP. Namun, ia memastikan TNI tidak akan turut serta dalam pengelolaan koperasi.
"Kami siap mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah," kata Pangdam.
Ia juga meminta agar seluruh KDMP di Lampung Barat dikelola secara profesional. "Saya berharap pengelolaan KDMP di Lampung Barat dikelola dengan baik agar apa yang ditargetkan Pemerintah pusat dapat tercapai," ujar dia.
Program Pendukung: Makan Bergizi Gratis
Selain KDMP, Bupati Parosil juga memaparkan capaian program prioritas lainnya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung Barat kini telah mengoperasikan 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membentuk tim Satgas MBG di tingkat kabupaten.
Dua program ini menjadi andalan Pemkab Lampung Barat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.