BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 26 vendor pernikahan dari berbagai sektor, mulai dari wedding organizer, dekorasi, tata rias, busana, fotografi, hingga kuliner, memadati Wedding Fair 2026 yang digelar di Masjid Raya Al-Bakrie. Acara yang dibuka Jumat (12/6/2026) ini tidak hanya menjadi etalase bagi pelaku industri pernikahan, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ekonomi Kreatif
Agnesia Bulan Marindo menyatakan apresiasinya terhadap kontribusi para pelaku usaha yang turut memeriahkan acara tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat fondasi ekonomi kreatif di Lampung.
"Kami berharap, semakin banyak kolaborasi yang terjalin antara pelaku usaha, pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kegiatan lainnya, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," kata Agnesia dalam sambutannya.
Wadah Edukasi dan Inspirasi bagi Calon Pengantin
Wedding Fair 2026 dirancang bukan sekadar pameran dagang. Acara ini juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi para calon pengantin yang tengah mempersiapkan hari bahagia mereka. Pengunjung bisa mendapatkan referensi langsung dari para ahli, mulai dari konsep dekorasi hingga tata rias pengantin.
Selain itu, pameran ini turut mempromosikan kekayaan budaya dan kearifan lokal Lampung. Para pelaku UMKM yang mengusung elemen tradisional dalam produk dan jasanya mendapat tempat khusus untuk menunjukkan bahwa budaya lokal bisa bersaing di industri pernikahan modern.
Penawaran Khusus dan Dukungan untuk UMKM
Untuk menyemarakkan acara sekaligus memberikan nilai tambah bagi publik, Badan Pengurus Masjid Raya Al-Bakrie memberikan penawaran khusus berupa potongan harga penyewaan ballroom. Promo ini berlaku sepanjang periode kegiatan dan diharapkan bisa meringankan beban calon pengantin dalam merencanakan resepsi.
Kehadiran Wedding Fair 2026 menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di sektor jasa pernikahan. Dengan adanya wadah seperti ini, para pengusaha kecil bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun jaringan dengan vendor lain, sekaligus berkontribusi pada perputaran ekonomi daerah.