Pencarian

Saham Pertamina, BRI, Telkom Pimpin Reli IHSG Tembus Level 6.000, Investor Mulai Akumulasi

Jumat, 12 Juni 2026 • 22:22:01 WIB
Saham Pertamina, BRI, Telkom Pimpin Reli IHSG Tembus Level 6.000, Investor Mulai Akumulasi
Saham BUMN seperti Pertamina, BRI, dan Telkom memimpin penguatan IHSG yang menembus level 6.000.

LAMPUNG — IHSG sukses bangkit dari tekanan beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Jumat (12/6), indeks komposit kembali bertengger di zona hijau dan menembus level 6.000. Motor utamanya? Saham-saham BUMN.

Emiten pertambangan tercatat melesat hingga 7 persen, sementara saham perbankan anggota Himbara dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga diburu investor. Aksi akumulasi ini menunjukkan keyakinan pasar terhadap prospek bisnis perusahaan negara.

Danantara: Bukan Sekadar Sentimen Sesaat

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyambut positif capaian ini. Menurutnya, penguatan pasar bukan fenomena dadakan, melainkan hasil transformasi fundamental yang berjalan konsisten.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan investor kepada pasar modal Indonesia, khususnya kepada saham-saham BUMN. Penguatan IHSG hari ini menjadi refleksi optimisme terhadap daya tahan dan prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan negara,” ujar Dony di Jakarta, Jumat (12/6).

Ia menambahkan, kontribusi dominan saham BUMN terhadap indeks merupakan buah dari perbaikan tata kelola, efisiensi, dan daya saing bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan.

Dukungan Kebijakan: BI Pangkas Suku Bunga Jadi 5,50%

Penguatan bursa juga tidak lepas dari langkah Bank Indonesia yang pada 9 Juni 2026 menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Keputusan ini ikut mendongkrak sentimen positif dan memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, koordinasi lintas lembaga terus digencarkan. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam sepekan terakhir memfasilitasi pertemuan strategis antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, DPR, Danantara, Himbara, BPJS, hingga institusi investasi dan asuransi BUMN. Tujuannya memastikan respons kebijakan selaras menghadapi dinamika global.

Menkeu dan Mensesneg: Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai sinergi antar-lembaga menjadi faktor kunci menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya sektor perbankan, tetap dalam kondisi solid.

“Fundamental ekonomi kita tetap terjaga dengan baik. Koordinasi yang terus dilakukan antar pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.

Prasetyo juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan lembaga keuangan negara dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif terhadap perubahan global. Dony Oskaria menekankan, stabilitas pasar dan iklim investasi yang kondusif akan menjadi fondasi penting untuk menarik kemitraan strategis serta mendorong investasi baru ke Indonesia.

“Momentum ini menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada pada jalur yang tepat. Stabilitas ekonomi dan pasar akan memberikan manfaat luas, mulai dari terjaganya daya beli masyarakat hingga terbukanya peluang penciptaan lapangan kerja baru,” kata Dony.

Bagikan
Sumber: industry.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks