Pencarian

Dua Mahasiswa Darmajaya Ciptakan Sistem Monitoring Energi dan Kontrol Penerangan untuk Ekowisata Mangrove Pesawaran

Selasa, 09 Juni 2026 • 14:40:01 WIB
Dua Mahasiswa Darmajaya Ciptakan Sistem Monitoring Energi dan Kontrol Penerangan untuk Ekowisata Mangrove Pesawaran
Dua mahasiswa Darmajaya menciptakan sistem monitoring energi untuk Ekowisata Mangrove Pesawaran.

BANDAR LAMPUNG — Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi di Kabupaten Pesawaran kini memiliki sistem manajemen energi yang lebih modern berkat proyek skripsi dua mahasiswa IIB Darmajaya. Sohibul Akbar mengembangkan sistem kontrol penerangan, sementara Muhammad Rifki Hidayat merancang sistem monitoring pemakaian listrik. Keduanya menjawab tantangan lapangan: sumber daya listrik yang terbatas dan perlu dikelola secara efisien.

Sistem yang dibuat terbagi dalam dua fungsi utama. Pertama, perangkat monitoring yang mampu memantau parameter kelistrikan PLTA dan panel surya secara real-time, mulai dari tegangan, arus, daya, hingga frekuensi jaringan. Kedua, sistem kontrol penerangan berbasis website yang membagi area wisata menjadi tiga jalur: loket, area edukasi, dan dermaga.

Fitur Otomatis dan Manual untuk Efisiensi Energi

Salah satu keunggulan sistem ini adalah fleksibilitas pengaturan lampu. Pengelola ekowisata bisa memilih mode otomatis yang membuat lampu menyala terjadwal dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Jika ada acara khusus atau kebutuhan di luar jam tersebut, mode manual memungkinkan pengelola menyalakan jalur lampu tertentu melalui website.

“Karena sumber listrik di sana terbatas dan hanya mengandalkan PLTA serta panel surya, kami membuat sistem monitoring energi dan kontrol penerangan agar penggunaan listrik bisa lebih optimal dan efisien,” ujar Sohibul Akbar saat diwawancarai pada Senin (8/6/2026).

Dampak bagi Pengelolaan Ekowisata Berkelanjutan

Proyek ini tidak sekadar tugas akhir akademik. Sistem yang dihasilkan memberikan solusi konkret bagi pengelola kawasan mangrove yang selama ini kesulitan mengatur pemakaian listrik secara presisi. Dengan data real-time yang terekam, pengelola bisa mengetahui beban puncak penggunaan energi dan mengambil keputusan berbasis data.

Inovasi mahasiswa Sistem Komputer IIB Darmajaya ini diharapkan menjadi model bagi destinasi ekowisata lain di Lampung yang mengandalkan energi terbarukan. Perpaduan antara teknologi IoT dan pariwisata berkelanjutan membuka peluang pengelolaan kawasan yang lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan modern tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.

Bagikan
Sumber: sumaterapost.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks