KALIANDA — Suasana hajatan pernikahan di Lampung Selatan berubah menjadi mencekam setelah kawanan tawon vespa menyerang tamu dan pemain musik. Peristiwa itu terjadi saat resepsi tengah berlangsung di Dusun Batu Balai pada Minggu (7/6/2026). Para pemain organ tunggal dan tamu undangan disebut lari kocar-kacir diserang serangga tersebut.
Suara Organ Tunggal Diduga Picu Agresivitas Tawon
Warga setempat menduga kemunculan tawon secara tiba-tiba dipicu oleh getaran suara bass dari organ tunggal yang mengiringi acara. Sarang tawon berukuran besar diketahui berada di rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan tenda hajatan. Getaran keras dari alat musik diduga membuat koloni tawon terusik dan keluar menyerang.
Damkar Turun Tangan, Evakuasi Berlangsung Lebih dari Satu Jam
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menyatakan pihaknya menerima laporan warga pada pukul 09.20 WIB. Tim Regu 2 Damkarmat langsung bergerak dan tiba di lokasi 15 menit kemudian. Proses evakuasi sarang tawon vespa tersebut baru rampung sekitar pukul 10.40 WIB.
"Kami menerima laporan adanya sarang tawon vespa yang berada di rumah warga dan lokasinya berdekatan dengan tempat hajatan. Karena dikhawatirkan membahayakan pengantin, kru organ tunggal, serta tamu undangan, kami langsung menerjunkan tim," ujar Rully dalam keterangannya.
Tak Ada Korban Sengatan, Hajatan Kembali Berjalan
Meski sempat menimbulkan kepanikan, Rully memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat sengatan tawon dalam insiden tersebut. Setelah sarang berhasil diamankan, kegiatan resepsi pernikahan dapat dilanjutkan kembali dengan aman.
"Alhamdulillah sarang tawon berhasil diamankan dan tidak ada korban sengatan. Kegiatan hajatan juga dapat berlangsung kembali dengan aman," kata Rully.
Imbauan Damkar: Jangan Evakuasi Mandiri Sarang Berukuran Besar
Menanggapi kejadian ini, Rully Fikriansyah mengimbau masyarakat agar tidak mencoba mengevakuasi sarang tawon secara mandiri, terutama yang berukuran besar dan berada di dekat permukiman atau keramaian. Ia meminta warga segera melapor ke petugas damkar jika menemukan sarang yang berpotensi membahayakan.
"Segera laporkan kepada petugas damkar apabila menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan keselamatan warga agar dapat ditangani secara aman dan profesional," pungkasnya.