Pencarian

Anggota DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah Soroti Kekerasan Pelajar Usai Siswa SMPN 44 Ditikam Usai Ujian

Selasa, 26 Mei 2026 • 14:22:01 WIB
Anggota DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah Soroti Kekerasan Pelajar Usai Siswa SMPN 44 Ditikam Usai Ujian
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, soroti kekerasan pelajar pasca penusukan siswa SMPN 44.

BANDAR LAMPUNG — Peristiwa penusukan yang menimpa seorang siswa kelas VII SMPN 44 Bandar Lampung usai pelaksanaan ujian berbuntut panjang. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, angkat bicara dan menyebut insiden itu sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan di ibu kota provinsi tersebut.

Bukan Lagi Persoalan Biasa

Menurut Asroni, kekerasan di kalangan pelajar tidak bisa lagi dipandang sebagai kenakalan remaja yang lumrah. Ia menilai kejadian ini menunjukkan adanya kerapuhan dalam pembinaan karakter dan pengawasan terhadap siswa.

"Dunia pendidikan kita sedang menghadapi tantangan serius terkait pembinaan karakter, pengawasan lingkungan sekolah, dan pergaulan anak-anak," ujarnya, Selasa (26/5).

Sekolah Harus Jadi Tempat Aman

Politisi itu menegaskan bahwa sekolah semestinya menjadi ruang yang nyaman bagi peserta didik untuk berkembang. Bukan justru menjadi lokasi yang memunculkan rasa cemas akibat aksi kekerasan antarpelajar.

Asroni meminta semua pihak tidak saling menyalahkan. Fokus utama, kata dia, harus diarahkan pada langkah pencegahan dan pembenahan sistem pengawasan terhadap anak didik.

Evaluasi Menyeluruh dari Dinas Pendidikan

Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan di sekolah-sekolah. Evaluasi ini, lanjut Asroni, perlu mencakup penguatan layanan konseling, pendidikan anti-bullying, hingga pengawasan terhadap aktivitas kelompok pelajar yang berpotensi memicu konflik.

"Kita tidak bisa hanya fokus pada capaian akademik, sementara aspek moral, mental, dan pengawasan sosial anak diabaikan. Jangan sampai kekerasan di kalangan pelajar terus berulang dan menjadi budaya yang dianggap biasa," tegasnya.

Apresiasi untuk Aparat Kepolisian

Asroni juga mengapresiasi langkah cepat polisi dalam menangani kasus penusukan tersebut. Ia berharap proses hukum berjalan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap anak, mengingat para pihak yang terlibat masih berstatus pelajar.

Menurutnya, peristiwa ini harus dijadikan momentum untuk evaluasi bersama. Tujuannya agar sekolah-sekolah di Kota Bandar Lampung benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Bagikan
Sumber: hariankandidat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks