Pencarian

PT Timah dan Perminas Resmi Olah Slag Timah & Mineral Tanah Jarang, Targetkan Hilirisasi Strategis

Senin, 25 Mei 2026 • 18:27:26 WIB
PT Timah dan Perminas Resmi Olah Slag Timah & Mineral Tanah Jarang, Targetkan Hilirisasi Strategis
PT Timah dan Perminas resmi bekerja sama mengolah slag timah dan mineral tanah jarang untuk hilirisasi strategis.

LAMPUNG — Selama puluhan tahun, slag atau sisa pengolahan timah hanya dianggap limbah. Kini, material itu akan diubah menjadi tambang baru yang bernilai ekonomi tinggi.

PT Timah dan Perminas resmi menjalin kolaborasi dalam kerangka Sovereign Strategic Mineral Cooperation Framework. Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, dan Direktur Utama Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, di Gedung Badan Pengaturan BUMN Jakarta.

"Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret untuk memulai perjalanan baru dalam membangun kedaulatan mineral Indonesia," ujar Gilarsi dalam keterangan resminya.

Slag Timah Jadi Sumber Ekonomi Baru

Restu Widiyantoro mengungkapkan, selama ini PT Timah hanya fokus mengolah bijih timah dari hulu ke hilir untuk kebutuhan ekspor. Kemitraan ini membuka peluang perusahaan untuk 'naik kelas' dengan mengelola mineral strategis yang selama ini terabaikan.

"Slag yang selama ini dianggap sebagai sisa hasil produksi ternyata memiliki potensi ekonomi dan strategis yang besar," jelas Restu.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup pengolahan slag, tetapi juga monasit dan rare earth elements (REE) yang terkandung di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Tantangan Teknologi dan Regulasi

Gilarsi menambahkan, tantangan terbesar dalam percepatan hilirisasi bukan hanya soal teknis pengolahan. Regulasi dan perizinan menjadi kunci agar proses produksi bisa segera berjalan.

"Teknologi pengolahan ini cukup strategis dan selama ini banyak dikunci oleh negara lain. Kami berupaya menghadirkan partner yang tepat agar prosesnya bisa dipercepat," tegasnya.

Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, menilai sektor REE selama ini menjadi industri yang terlupakan. Menurutnya, potensi mineral ini sangat besar tetapi belum mampu memberikan nilai tambah optimal bagi negara.

"Selama ini potensi REE banyak yang hilang tanpa sempat dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Dukungan Pemerintah untuk Industrialisasi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa Presiden tidak ingin Indonesia lagi mengekspor sumber daya alam dalam bentuk mentah.

"Hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kelas bangsa kita. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga harga diri bangsa agar Indonesia mampu menjadi produsen mineral strategis bernilai tinggi," ungkap Brian.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap wacana. Beberapa fokus pengembangan yang akan diperkuat antara lain validasi teknologi, penyusunan kajian teknis dan komersial, serta penguatan aspek perizinan dan keselamatan kerja.

"Kita ingin mengelola kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini untuk kepentingan nasional dan kesejahteraan bangsa," ujarnya.

Kerja sama ini menjadi sinyal bahwa Indonesia serius membangun rantai pasok mineral kritis secara mandiri, sejalan dengan target pemerintah mengurangi ketergantungan pada negara lain di sektor industri strategis.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks