LAMPUNG TIMUR — Gerakan wakaf uang di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur terus bergulir. Setelah diluncurkan pada 13 Maret 2026 oleh Kepala Kantor Kemenag setempat, Marwansyah, bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kusaeni, para ASN kini rutin menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan melalui kanal digital.
Tidak seperti skema wakaf konvensional yang memerlukan setoran tunai, program ini mengandalkan pemindaian kode QR. Menurut Marwansyah, sistem tersebut dirancang agar proses wakaf menjadi lebih praktis, transparan, dan berkelanjutan. “Wakaf uang merupakan amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Marwansyah menegaskan bahwa dana yang terkumpul tidak dibiarkan mengendap. Sebaliknya, hasil pengelolaan secara produktif akan dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, dan pelayanan sosial. “Ketika dikelola secara produktif, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, pelayanan sosial, hingga berbagai program kemaslahatan lainnya,” kata dia.
Ke depan, gerakan ini tidak hanya menyasar ASN di kantor induk. Marwansyah menginstruksikan agar seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, madrasah, dan satuan kerja di bawah Kemenag Lampung Timur ikut menggaungkan program serupa. “Saya berharap seluruh KUA, penyuluh agama, madrasah, dan seluruh satker dapat menjadi motor penggerak edukasi sekaligus pelaksanaan wakaf uang,” tambahnya.
Menurut Marwansyah, semakin banyak pihak yang berpartisipasi, semakin besar pula dampak sosial yang bisa dirasakan masyarakat. Ia menyebut wakaf bukan sekadar aksi memberi hari ini, melainkan menghadirkan manfaat yang terus hidup untuk generasi mendatang.
Program ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat melalui instrumen keuangan sosial Islam. Dengan pengelolaan yang amanah dan produktif, wakaf uang diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam meningkatkan kesejahteraan warga Lampung Timur, memperkuat sektor ekonomi produktif, serta mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.