Ganti Bos Pertamina Hulu Energi, Sunaryanto Ditunjuk Pimpin Subholding Hulu Migas

Penulis: Rizal Fikri  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:23:31 WIB
Sunaryanto resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Pertamina Hulu Energi melalui RUPS di Jakarta.

LAMPUNG — Keputusan ini diumumkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta. Sunaryanto, yang akrab disapa Anto, bukanlah wajah baru di industri migas Tanah Air. Ia telah malang melintang di sektor hulu, termasuk memimpin PHI yang mengelola blok-blok migas di wilayah Indonesia bagian timur.

Jejak Karier Sunaryanto di Sektor Hulu

Sebelum memimpin PHI, Sunaryanto tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pertamina. Pengalamannya mencakup penanganan operasi produksi hingga eksplorasi di berbagai lapangan migas. Rekam jejak ini menjadi modal utama saat ia dipercaya mengelola portofolio PHE yang jauh lebih besar dan kompleks.

PHE sendiri merupakan induk subholding upstream yang menaungi puluhan anak perusahaan dan afiliasi. Perusahaan ini mengelola blok-blok migas utama seperti Blok Rokan, Blok Mahakam, dan Blok Banyu Urip. Produksi minyak dan gas bumi dari PHE berkontribusi signifikan terhadap total produksi nasional.

Target dan Tantangan ke Depan

Dengan penggantian ini, publik menanti gebrakan Sunaryanto dalam mendongkrak produksi migas nasional. Pemerintah telah menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030. PHE sebagai lokomotif sektor hulu dituntut untuk memacu eksplorasi dan optimalisasi lapangan eksisting.

Tantangan tidaklah ringan. Harga minyak dunia yang fluktuatif, penurunan produksi alami di sumur-sumur tua, serta kebutuhan investasi raksasa untuk eksplorasi baru menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Di sisi lain, tekanan transisi energi menuntut Pertamina tetap menjaga keseimbangan antara bisnis migas dan pengembangan energi baru terbarukan.

Konteks Perombakan Direksi

Pergantian direktur utama PHE merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar di lingkungan BUMN. Rotasi dan mutasi pejabat kerap dilakukan untuk menyegarkan strategi bisnis serta menyesuaikan dengan tantangan industri terkini. Awang Lazuardi sendiri telah memimpin PHE dalam beberapa tahun terakhir dan kini digantikan untuk misi baru di tempat lain.

Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan dan kinerja operasional di sektor hulu. Dengan pucuk pimpinan baru, harapannya PHE mampu melangkah lebih cepat dalam mencapai target produksi dan ketahanan energi nasional.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top