Penjualan EV Global Tembus 1,8 Juta Unit di Mei 2026, Eropa Melaju Kencang Sementara China dan AS Tertatih

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:55:31 WIB
Penjualan kendaraan listrik global mencapai 1,8 juta unit pada Mei 2026 dengan pertumbuhan pesat di Eropa.

LAMPUNG — Benchmark Mineral Intelligence merilis data penjualan EV global untuk Mei 2026 yang memperlihatkan dinamika pasar yang timpang. Eropa mencatat pertumbuhan year-to-date (YTD) sebesar 26%, didorong insentif pemerintah dan harga BBM yang masih tinggi. Sebaliknya, China—pasar EV terbesar dunia—justru turun 15% YTD di pasar domestik. Sementara Amerika Utara mengalami penurunan 25% YTD akibat pencabutan kredit pajak EV AS pada September 2025 lalu.

Insentif dan Harga BBM Dorong Pasar Eropa

Penjualan EV di Eropa naik 23% year-on-year pada Mei 2026 dan 2% dibanding April. Pemerintah di berbagai negara Eropa masih memberikan subsidi pembelian, sementara harga bahan bakar minyak yang terus naik membuat EV makin menarik.

Yang menarik, mobil listrik buatan China justru makin menguasai pangsa pasar Eropa meskipun ada tarif impor dari Uni Eropa. Di Inggris, 32% EV yang terjual sepanjang 2026 adalah produk China. Di Jerman angkanya 14%, dan di Prancis 10%.

"Eropa tetap menjadi pasar EV utama yang paling kuat kinerjanya pada 2026, ditopang insentif kebijakan dan kehadiran produsen China yang kian agresif," ujar Charles Lester, Data Manager Benchmark Mineral Intelligence, dalam pernyataan resmi. "Harga BBM masih tinggi dan situasi Timur Tengah yang terus berkembang membuat prospek harga bensin jadi faktor yang perlu dicermati ke depan."

Pabrik China Mulai Dibangun di Eropa

Produsen China tidak hanya puas mengekspor. Mereka mulai membangun pabrik di Eropa untuk menghindari tarif dan mendekatkan diri ke konsumen. Stellantis akan memproduksi Leapmotor B10 di pabriknya dekat Zaragoza, Spanyol, pada paruh kedua 2026, disusul tiga model Leapmotor lainnya. Ford juga dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Geely untuk menjual sebagian pabrik Valencia-nya.

SAIC-MG mengumumkan pabrik baru di Spanyol dengan kapasitas 120.000 unit per tahun pada 2028. BYD dijadwalkan memulai produksi di Hongaria akhir 2026, meskipun rencana pabrik di Turki dikabarkan dihentikan sementara.

China: Pasar Domestik Lesu, Ekspor Justru Pecah Rekor

Kontras dengan pasar domestik yang turun 15% YTD, ekspor kendaraan energi baru (NEV) China justru menembus rekor baru: hampir 450.000 unit pada Mei 2026. BYD memimpin, disusul Chery dan Geely. Pabrik Tesla di Shanghai juga masih menjadi kontributor utama ekspor China.

Menariknya, permintaan baterai di China tetap kuat meski penjualan mobil turun. Lester menjelaskan bahwa konsumen China kini lebih memilih EV berukuran besar dengan paket baterai lebih besar, didorong program subsidi pemerintah yang mulai berlaku awal tahun ini.

"Kesenjangan antara pasar domestik China yang lemah dan kekuatan ekspornya terus melebar," tambah Lester.

BYD Siap Masuk Kanada, Amerika Utara Masih Terpuruk

Di Amerika Utara, penjualan EV turun 26% year-on-year pada Mei 2026 dan 25% YTD. Pencabutan kredit pajak EV AS pada September 2025 menjadi pukulan telak. Namun, ada secercah harapan dari Kanada. Setelah pemerintah Kanada memberlakukan kuota tarif khusus yang memungkinkan 49.000 unit EV buatan China masuk dengan tarif lebih rendah, BYD mengumumkan rencana masuk pasar Kanada pada akhir 2026. Lebih dari 20 diler akan dibuka di Toronto, Vancouver, Montreal, dan Calgary. Model awal yang diantisipasi meliputi Atto 3, Seal, Dolphin, dan Seagull.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top