Bocoran dari WinFuture menampilkan serangkaian gambar promosi Surface Pro terbaru yang secara fisik hampir identik dengan pendahulunya. Satu-satunya perubahan eksterior yang terlihat adalah dihapusnya opsi warna biru dari palet yang tersedia. Bentuk tablet dengan layar 13 inci, dudukan (kickstand), serta keyboard Flex yang bisa digunakan secara nirkabel tetap dipertahankan tanpa perubahan berarti.
Yang menjadi pembeda utama justru ada di dalam dapur pacunya. Surface Pro anyar ini akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mengusung Snapdragon X2 Elite, chip ARM generasi kedua Qualcomm yang disebut jauh lebih perkasa dibanding varian X generasi pertama yang debut pada 2024. Microsoft mengonfigurasi chip ini dengan 12 core, dan menurut laporan, perangkat mendukung RAM hingga 32 GB serta SSD yang bisa diganti pengguna dengan kapasitas maksimal 1 TB.
Satu area yang tidak mengalami lompatan besar adalah ketahanan baterai. Microsoft mengklaim peningkatan yang cukup moderat: 15,5 jam pemutaran video. Angka ini hanya sedikit lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Layar OLED yang menjadi andalan Surface Pro juga masih sama, tanpa peningkatan resolusi atau refresh rate yang disebutkan dalam bocoran.
Keputusan Microsoft untuk tidak mengubah desain dan hanya fokus pada peningkatan internal menunjukkan strategi yang hati-hati. Alih-alih merevolusi bentuk, mereka memilih memperkuat performa komputasi—langkah yang masuk akal mengingat persaingan di segmen laptop ARM semakin ketat, terutama dari lini MacBook Air dengan chip M-series buatan Apple.
Bersamaan dengan bocoran Surface Pro, Microsoft juga dikabarkan tengah menggarap perangkat lain berbasis ARM: Surface Laptop Ultra yang ditenagai chip Nvidia RTX Spark. Chip ini, yang juga berbasis arsitektur ARM, disebut-sebut berpotensi menjadi pesaing serius di segmen AI dan komputasi performa tinggi. Microsoft bahkan dikabarkan membangun "dev box" khusus dengan chip yang sama di bawah bendera Surface.
Kehadiran dua lini Surface berbasis ARM secara simultan—satu dari Qualcomm dan satu dari Nvidia—menunjukkan komitmen Microsoft untuk serius menggarap ekosistem Windows on ARM. Ini juga menjadi sinyal bagi pasar bahwa persaingan chip ARM untuk laptop tidak lagi hanya milik Apple dan Qualcomm.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai harga global maupun ketersediaan di pasar Indonesia. Mengingat Surface Pro generasi sebelumnya dijual dengan banderol mulai dari $999 (sekitar Rp 16 juta) di AS, harga generasi terbaru kemungkinan tidak akan jauh berbeda. Namun, distribusi resmi Microsoft Surface di Indonesia masih terbatas dan kerap hadir dengan jeda beberapa bulan setelah peluncuran global.
Jika bocoran tanggal 16 Juni 2025 akurat, pengumuman resmi bisa terjadi dalam waktu dekat. Ini akan menjadi momen yang patuk ditunggu—terutama bagi pengguna Windows yang ingin beralih ke perangkat ARM tanpa harus beralih ke ekosistem Apple.