LAMPUNG — Laga di Stadion Maksimir, Zagreb, Selasa (18/3/2026) malam waktu setempat, menjadi panggung bagi Belgia untuk menunjukkan tajinya. Meski berstatus tim tamu, skuad asuhan Domenico Tedesco tampil dominan sejak menit awal.
Youri Tielemans menjadi pembuka keunggulan Belgia pada menit ke-23. Gelandang Aston Villa itu melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Kroasia, Dominik Livakovic.
Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat yang diprakarsai Kevin De Bruyne. Umpan terobosan sang kapten diterima dengan sempurna oleh Tielemans yang langsung melepaskan tendangan first-time ke sudut kiri gawang.
Romelu Lukaku menggandakan keunggulan Belgia pada menit ke-81. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok, striker berusia 32 tahun itu menyambar bola dengan tendangan voli kaki kiri yang tak bisa dihalau Livakovic.
Gol ini menjadi penebas sisa harapan Kroasia yang mencoba bangkit di babak kedua. Pelatih Zlatko Dalic sempat menarik Luka Modric dan Mateo Kovacic untuk menambah daya gedor, tapi pertahanan Belgia yang dikawal Jan Vertonghen dan Wout Faes tampil solid.
Statistik menunjukkan Belgia lebih efisien meski kalah penguasaan bola. Dari tujuh tembakan mengarah ke gawang, dua berbuah gol. Sementara Kroasia hanya mencatatkan empat percobaan on target tanpa satupun yang membahayakan kiper Thibaut Courtois.
Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Belgia yang tergabung di Grup E Piala Dunia 2026 bersama Brasil, Jepang, dan Selandia Baru. Tedesco bisa membawa pulang kepercayaan diri tambahan, terutama dari performa lini depan yang tajam.
Bagi Kroasia, hasil ini menjadi alarm. Pasalnya, mereka hanya punya satu laga uji coba tersisa sebelum berangkat ke turnamen. Dalic harus segera menemukan solusi di lini serang yang tumpul sepanjang pertandingan.