BANDAR LAMPUNG — Seluruh siswa angkatan 2026 SMAN 14 Bandar Lampung berhasil menembus seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dari total 284 siswa, mereka diterima melalui empat jalur seleksi nasional, mulai dari prestasi akademik hingga tes tertulis.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyebut keberhasilan ini buah kerja keras kolektif. "Untuk penerimaan siswa SMAN 14 Bandar Lampung tahun kemarin mencapai 89 persen, namun tahun 2026 seluruhnya diterima atau 100 persen," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Data dari sekolah mencatat, jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) menjadi penyumbang terbesar. Sebanyak 153 siswa diterima lewat jalur ini, melampaui jumlah penerimaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang mencapai 70 siswa.
Sementara itu, jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menerima 54 siswa, dan tujuh siswa lainnya masuk melalui jalur prestasi khusus. Kombinasi ini menunjukkan strategi sekolah yang tidak hanya mengandalkan satu pintu masuk ke kampus negeri.
Angka 100 persen ini menjadi lompatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tingkat kelulusan SMAN 14 Bandar Lampung tercatat 89 persen, yang berarti ada sekitar 30 siswa yang gagal melaju ke PTN. Kini, tak satu pun siswa tersisa di kelas XII yang tidak memiliki bangku kuliah negeri.
Thomas Amirico menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia tidak merinci program khusus apa yang dijalankan, namun menekankan bahwa konsistensi pembinaan akademik menjadi kunci utama.
Capaian SMAN 14 Bandar Lampung diprediksi menjadi tolok ukur bagi sekolah-sekolah lain di kota tersebut. Dengan persaingan masuk PTN yang semakin ketat, angka 100 persen menunjukkan bahwa strategi pendampingan siswa sejak kelas X hingga XII mampu memaksimalkan potensi setiap individu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum merilis rincian kampus tujuan para siswa. Namun, sebaran jalur SPAN-PTKIN yang dominan mengindikasikan banyak siswa memilih perguruan tinggi keagamaan negeri di berbagai daerah.