Lampung Terima Alokasi Bantuan Bibit Perkebunan Rp210,58 Miliar untuk 2026, Tebu Dapat Jatah Terbesar

Penulis: Rizal Fikri  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 17:51:02 WIB
Lampung menerima alokasi bantuan bibit perkebunan Rp210,58 miliar untuk pengembangan lahan 30.050 hektare pada 2026.

BANDARLAMPUNG — Alokasi bantuan bibit perkebunan senilai Rp210,58 miliar untuk tahun 2026 di Lampung dipastikan menyasar 30.050 hektare lahan. Komoditas tebu menjadi penerima jatah terbesar, mencapai Rp187,25 miliar untuk lahan seluas 13.000 hektare, sejalan dengan target nasional swasembada gula.

Empat Komoditas Lain: Kopi, Kakao, Lada, dan Kelapa Dalam

Plt Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan merinci, bantuan untuk tanaman kopi dialokasikan Rp2,57 miliar untuk 2.000 hektare. Kegiatan ini dibagi menjadi peremajaan seluas 1.300 hektare di Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat, Tanggamus, Waykanan, dan Pesisir Barat, serta perluasan 700 hektare di Lampung Utara, Tulang Bawang Barat, dan Pesisir Barat.

Untuk tanaman kakao, nilai bantuan mencapai Rp9,88 miliar dengan total luas tanam 7.450 hektare. Peremajaan menjadi kegiatan utama seluas 6.350 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten: Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu. Sementara perluasan lahan kakao seluas 1.100 hektare akan dilakukan di Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Waykanan, Mesuji, dan Tulang Bawang Barat.

Rehabilitasi Lada dan Peremajaan Kelapa Dalam

Bantuan bibit lada senilai Rp5,20 miliar dialokasikan khusus untuk kegiatan rehabilitasi seluas 1.100 hektare. Menurut Endro, kegiatan ini akan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, dan Waykanan.

Sementara itu, pengembangan kelapa dalam melalui peremajaan dan perluasan tanam mendapat alokasi Rp5,68 miliar untuk 6.500 hektare. "Bantuan itu menyasar Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu," ujar Endro di Bandarlampung, Jumat.

Fokus pada Swasembada Pangan dan Hilirisasi

Endro menjelaskan, program bantuan bibit ini merupakan kelanjutan dari upaya swasembada pangan nasional. Setelah fokus pada tanaman pangan seperti padi dan jagung, pemerintah kini mulai mengarahkan perhatian pada hilirisasi sektor perkebunan. "Selain tanaman pangan seperti padi, jagung, dalam mendukung swasembada pangan juga ada dukungan untuk tanaman perkebunan dan ini diberikan dalam bentuk bantuan bibit. Sebab setelah swasembada beras kita mulai ke fokus ke hilirisasi perkebunan," katanya.

Untuk tanaman tebu, bantuan terbagi dalam dua jenis kegiatan. Pertama, perluasan lahan seluas 2.300 hektare yang menyasar Kabupaten Lampung Utara dan Waykanan. Kedua, kegiatan bongkar ratun seluas 10.700 hektare yang akan dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Waykanan.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top