Pencarian

5 Program Strategis Pemprov Lampung Genjot Produktivitas Pertanian Demi Swasembada Pangan

Kamis, 28 Mei 2026 • 23:12:01 WIB
5 Program Strategis Pemprov Lampung Genjot Produktivitas Pertanian Demi Swasembada Pangan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan tantangan sektor pertanian di daerah tersebut.

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut sektor pertanian daerah itu selama bertahun-tahun menghadapi persoalan mendasar. Mulai dari tata niaga yang tidak berpihak kepada petani, distribusi pupuk yang tidak optimal, hingga rendahnya produktivitas.

"Dulu petani kita hanya bertani untuk bertahan hidup. Harga gabah rendah, pupuk sulit, harga hasil panen jatuh saat musim panen raya, sementara keuntungan petani sangat kecil," ujar Gubernur yang akrab disapa Mirza itu, Rabu (27/5/2026).

Tiga Komoditas Andalan Topang Pasokan Nasional

Lampung selama puluhan tahun mengandalkan tiga komoditas utama: padi, jagung, dan singkong. Selain itu, sektor peternakan ayam, telur, sapi, dan kambing juga ikut menopang kebutuhan pangan nasional.

Surplus produksi pangan Lampung disebut berkontribusi besar terhadap pasokan untuk wilayah Sumatera dan DKI Jakarta. "Jagung Lampung menjadi bahan baku pakan ternak nasional, beras Lampung menyuplai berbagai daerah, dan singkong Lampung menopang industri tapioka nasional," kata Mirza.

Dampak Kebijakan Pusat Mulai Terasa di Tingkat Petani

Pemprov Lampung mendukung penuh langkah pemerintah pusat membenahi sektor pangan. Kebijakan penetapan harga gabah, perbaikan distribusi pupuk, dan penguatan rantai pasok hasil pertanian mulai menunjukkan hasil.

"Hari ini harga gabah dijaga 6.500 per kilogram, pupuk mulai tersedia, dan tata niaga mulai dibenahi. Dampaknya, pendapatan petani meningkat dan ekonomi daerah mulai bergerak lebih baik," ujar Mirza.

Peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari daya beli masyarakat di daerah sentra pertanian yang naik. Termasuk kenaikan penjualan kendaraan bermotor dan meningkatnya jumlah anak petani yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Lima Program Strategis untuk Genjot Produktivitas

Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, Pemprov Lampung mendorong peningkatan produktivitas melalui lima program strategis. Pertama, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Kedua, penyediaan dryer jagung. Ketiga, penguatan distribusi pupuk.

Keempat, modernisasi alat dan mesin pertanian. Kelima, hilirisasi produk pertanian serta penguatan kolaborasi lintas sektor. "Kita tidak boleh berhenti pada produktivitas hari ini. Kalau produktivitas padi bisa naik dari 5 ton menjadi 8 ton per hektare, maka pendapatan petani juga akan meningkat signifikan," kata Mirza.

Ancaman Krisis Pangan dan Peluang Besar Lampung

Gubernur mengingatkan dunia berpotensi menghadapi ancaman krisis pangan beberapa tahun mendatang. Dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare dan lebih dari 1,2 juta hektare lahan pertanian produktif, Lampung dinilai memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional.

Mirza menilai produktivitas pertanian Lampung saat ini masih berada di bawah sejumlah negara lain seperti Vietnam dan Tiongkok. "Fondasi utama ekonomi Lampung adalah pertanian. Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus menjadi prioritas bersama," tegasnya.

Bagikan
Sumber: lampung.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks