Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Provinsi Lampung mencapai 1,6 juta hingga triwulan II 2026. Jumlah merchant yang terdaftar juga menembus 916 ribu, dengan transaksi senilai Rp 2,3 triliun. Pertumbuhan tahunan tercatat 17,38 persen untuk pengguna dan 29,29 persen untuk merchant.
BANDARLAMPUNG — Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menyampaikan capaian tersebut dalam gelaran Lampung Begawi 2026 di Bandarlampung. Angka itu menunjukkan percepatan digitalisasi pembayaran di wilayah setempat.
"QRIS telah membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing," ujar Thomas.
916 Ribu Merchant, Transaksi Rp 2,3 Triliun
Hingga Juli atau triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Lampung tercatat 1,6 juta orang. Merchant yang bergabung mencapai 916 ribu.
Pertumbuhan secara tahunan masing-masing 17,38 persen untuk pengguna dan 29,29 persen untuk merchant. Nilai transaksi menembus Rp 2,3 triliun.
"Dan telah ada 916 ribu merchant yang ada di Lampung, serta masing-masing tumbuh sebesar 17,38 persen untuk jumlah pengguna QRIS dan 29,29 persen untuk jumlah merchant secara tahunan. Lalu transaksi mencapai Rp2,3 triliun jadi ini luar biasa," katanya.
Digitalisasi Dorong UMKM Lebih Berdaya
Thomas menjelaskan percepatan digitalisasi membuat UMKM lebih berdaya dan terkoneksi dengan ekosistem yang lebih luas. Proses transaksi menjadi lebih efisien, jangkauan pasar meluas.
Semangat itu tercermin dalam tema "Sai Bumi Sejuta Nilai" pada Lampung Begawi 2026. Kegiatan ini mendukung penguatan hilirisasi dan digitalisasi ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing.
"Semangat inilah yang tercermin dalam tema 'Sai Bumi Sejuta Nilai', dalam Lampung Begawi 2026, yakni untuk mendukung penguatan hilirisasi dan digitalisasi bagi ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing," ucap dia.
Bukan Sekadar Pameran
Menurut Thomas, Lampung Begawi 2026 berfungsi sebagai ruang kolaborasi. UMKM dipertemukan dengan pasar, pembiayaan, pengembangan teknologi, dan mitra strategis.
"Saya berharap kegiatan ini dapat membuka semakin banyak peluang usaha, memperluas pasar produk Lampung, serta melahirkan semakin banyak UMKM yang inovatif, produktif, dan kreatif," tambahnya.
Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen
Di tengah dinamika global, perekonomian nasional pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Kinerja ekonomi Lampung juga tercatat solid dengan pertumbuhan 5,29 persen.
"Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Lalu kinerja ekonomi Lampung, juga sangat solid, dengan pertumbuhan 5,29 persen dan ini perlu terus dijaga," ujar dia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat realisasi digitalisasi dan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih inklusif.