TANGGAMUS — Tim dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITERA menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Air Bakoman, Kabupaten Tanggamus, dengan fokus pada peningkatan kapasitas warga menghadapi ancaman tanah longsor. Kegiatan yang mengusung tema "Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana Kelompok Tani Hutan melalui Metode Edukatif dan Drill guna Mewujudkan Desa Air Bakoman Siaga Bencana" ini menyasar kelompok tani hutan setempat.
Ketua tim pelaksana, Diyanti Isnani Siregar, S.Hut., M.Sc., didampingi sejumlah akademisi Rekayasa Kehutanan ITERA, yaitu Nurika Arum Sari, S.Hut., M.Sc., Vilda Puji Dini Anita, S.Hut., M.Si., Maeda Wahyuningrum, S.Hut., M.Si., dan Dr. Arief Juniarto, S.Hut., M.Si. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang didanai melalui Hibah Internal ITERA skema Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran (PMLK).
Simulasi Evakuasi Jadi Kunci Kesiapsiagaan Warga
Dalam kegiatan inti, masyarakat tidak hanya diberi pemahaman mengenai tanda-tanda awal pergerakan tanah dan karakteristik topografi wilayah rawan longsor. Warga juga dilatih melalui simulasi atau drill evakuasi bencana, termasuk memahami jalur evakuasi dan menentukan tindakan prioritas saat kondisi darurat.
"Mitigasi bencana tidak cukup hanya dengan mengetahui teori, tetapi masyarakat perlu memiliki pengalaman langsung melalui simulasi agar lebih siap ketika menghadapi kejadian sebenarnya," jelas Diyanti Isnani Siregar.
Kepala Desa Air Bakoman, Heriyanto, mengapresiasi kontribusi tim dosen ITERA. Menurutnya, edukasi mitigasi serta penyediaan peta kerawanan longsor menjadi langkah penting bagi masyarakat desa dalam memahami kondisi wilayahnya.
"Kegiatan seperti ini sangat penting karena masyarakat membutuhkan pengetahuan praktis mengenai tanda-tanda awal longsor, wilayah rawan, serta langkah penyelamatan yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat," ujar Heriyanto.
Bibit Alpukat Diserahkan untuk Mitigasi Ekologis dan Ekonomi
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim PkM menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung mitigasi bencana. Bantuan tersebut meliputi peta kerawanan bencana longsor yang menjadi dasar perencanaan tata guna lahan, poster edukasi mitigasi yang dipasang di fasilitas umum, serta bibit tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) berupa alpukat untuk Gapoktan Wana Arba Lestari.
Pemilihan tanaman alpukat dilakukan dengan pendekatan mitigasi berbasis vegetasi. Sistem perakaran tanaman diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui hasil produksi buah.
Ketua Gapoktan Wana Arba Lestari, Aripin, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui dukungan bibit tanaman produktif dari tim ITERA.
Mahasiswa KKN ITERA Turut Mendampingi Peserta
Pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Skema Rekognisi ITERA yang berperan aktif mendampingi masyarakat. Mahasiswa membantu proses koordinasi lapangan, pendampingan peserta, serta menjembatani komunikasi antara akademisi dan warga desa.
Melalui program ini, tim Rekayasa Kehutanan ITERA berharap Desa Air Bakoman dapat berkembang menjadi desa yang lebih tangguh, mandiri, dan memiliki kapasitas dalam menghadapi potensi bencana longsor di wilayahnya.