LAMPUNG — Valve bergerak cepat menanggapi bocornya video unboxing dan setup Steam Frame yang tersebar di internet. Video tersebut pertama kali muncul lewat update ARM Steam Client pada Rabu (19/8/2026), namun langsung ditarik oleh pihak Valve. Alih-alih menghapus jejaknya, perusahaan justru mengunggah ulang video-video tersebut ke backend Steam sehingga bisa diakses publik.
Video Bocor Jadi Konfirmasi Resmi
Akun X (Twitter) Steam Hardware Updates mencatat kejadian ini. Update ARM Steam Client pagi itu memuat video panduan unboxing, sign-in, dan setup Steam Frame. Setelah ditarik, video tersebut diunggah ulang oleh pengguna, dan Valve memutuskan untuk tidak melawan arus dengan mempublikasikannya kembali secara resmi.
Video yang beredar mencakup panduan memasang head strap dan light blocker, cara menggunakan wireless adapter, hingga aksesori ergonomis lainnya. Semua video menegaskan bahwa perangkat ini memerlukan akun Steam untuk bisa digunakan.
Spesifikasi Steam Frame: Layar 4K Per Mata dan Snapdragon ARM
Steam Frame bukan sekadar headset VR biasa. Perangkat ini bisa dipakai secara standalone atau terhubung nirkabel ke PC yang menjalankan Steam. Spesifikasinya cukup impresif untuk kelasnya:
- Resolusi: 2160x2160 per mata dengan pancake optics
- Field of View: 110 derajat
- Refresh Rate: 72Hz hingga 120Hz (144Hz eksperimental)
- Berat: 435 gram total
- Prosesor: Snapdragon ARM 4nm
- RAM: 16GB Unified LPDDR5
- Penyimpanan: 256GB atau 1TB UFS, dengan slot microSD
- Konektivitas: Wi-Fi 7, dual 5GHz/6GHz untuk streaming VR dan Wi-Fi bersamaan
- Wireless PC Tethering: Wi-Fi 6E (6GHz) dengan receiver USB 3.0
- Tracking: 4 kamera monokrom menghadap luar dengan IR illuminator, plus 2 kamera internal untuk eye tracking
- Baterai: 21.6 Wh Li-On yang dipasang di belakang head strap
Integrasi SteamOS Jadi Nilai Jual Utama
Michael Higham, kolega di IGN yang sempat mencoba perangkat ini tahun lalu, mencatat bahwa Steam Frame menghadirkan antarmuka dan fitur quality-of-life yang sama seperti Steam Deck dan Steam Machine. Ia mengaku menikmati penggunaan perangkat ini sebagai virtual theater untuk memainkan game non-VR.
"Pengalaman semacam ini bukan hal baru, tetapi integrasi mulus melalui SteamOS membuatnya sangat mudah digunakan, dan teknologi wireless super cepat berarti kamu bisa memainkan game PC dengan kekuatan penuh sistemmu pada latensi rendah," kata Higham.
Harga Belum Diumumkan, Prediksi Lebih Mahal dari Estimasi
Hingga berita ini ditulis, Valve belum mengumumkan harga resmi Steam Frame. Namun, melihat pola harga Steam Machine dan tren harga hardware secara umum, kemungkinan besar headset ini akan dibanderol lebih mahal dari perkiraan awal Valve. Belum ada informasi apakah perangkat ini akan masuk pasar Indonesia secara resmi atau melalui importir.
Dengan bocornya video setup ini, indikasi peluncuran Steam Frame semakin kuat. Valve sebelumnya berencana mengirimkan unit ke konsumen sebelum akhir musim panas 2026, yang berarti pengumuman resmi bisa datang dalam hitungan pekan.