BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 292 unit alat bantu kesehatan telah disalurkan Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada para lansia dan penyandang disabilitas. Bantuan yang didistribusikan melalui Dinas Sosial itu menyasar warga di 20 kecamatan yang membutuhkan alat penunjang mobilitas.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa proses penyerahan bantuan ini dilakukan dengan cara yang berbeda. Ia mengaku sengaja turun langsung menyambangi kediaman warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Setiap lansia punya cerita, punya perjuangan, dan tentu punya tempat di hati kita. Saya ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri. Karena itu, saya hadir langsung dari rumah ke rumah, menyapa, mendengar, dan memberikan bantuan alat kesehatan seperti kursi roda dan tongkat kepada warga yang membutuhkan," ujar Eva Dwiana melalui akun Instagram resminya, @eva_dwiana.
Kursi Roda Jadi Kebutuhan Tertinggi Warga
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Sosial, kursi roda menjadi jenis bantuan yang paling banyak diminati. Dari total 292 unit yang disalurkan, sebanyak 203 unit merupakan kursi roda.
Jenis bantuan lainnya meliputi tongkat kaki tiga sebanyak 29 unit, alat bantu dengar (ABD) 25 unit, walker 21 unit, dan kruk sebanyak 14 unit. Seluruh alat bantu tersebut telah didistribusikan berdasarkan usulan yang masuk dari kelurahan dan kecamatan.
Kecamatan Kedamaian Terima Alokasi Terbanyak
Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung Aklim Sahadi merinci, Kecamatan Kedamaian menerima jatah terbanyak dengan total 25 unit. Disusul Kecamatan Tanjung Senang sebanyak 23 unit dan Kedaton 20 unit.
Sejumlah kecamatan lain juga telah menerima alokasi, di antaranya Panjang 16 unit, serta Way Halim, Enggal, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, dan Telukbetung Timur yang masing-masing mendapat 15 unit. Adapun Kecamatan Sukabumi menjadi penerima terkecil dengan 5 unit.
Bunda Eva: Kepedulian Bukan Sekadar Memberi
Eva Dwiana berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban para penerima, khususnya lansia yang mengalami penurunan fungsi gerak. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah warga merupakan esensi dari pelayanan publik.
"Bagi saya, kepedulian bukan sekadar memberi, tetapi hadir dan melihat langsung kondisi warga. InsyaAllah bantuan ini membawa kemudahan, kenyamanan, dan semangat bagi para lansia. Karena setiap warga adalah keluarga," imbuhnya.
Dinas Sosial memastikan pendataan penerima bantuan akan terus diperbarui secara berkala. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan tetap dilakukan untuk menjaring warga yang belum terdata namun membutuhkan alat bantu serupa.